GUNUNGKIDUL, (KH),– Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat kesiapan menjelang perhelatan Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVII dan Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) IV DIY 2025. Salah satu langkah yakni peresmian Pusat Informasi dan Data Center, yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Gedung Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (30/7/2025)
Fasilitas ini akan menjadi pusat koordinasi dan distribusi informasi resmi selama berlangsungnya pesta olahraga terbesar se-DIY, yang dijadwalkan digelar pada September 2025.
“Media Center ini akan mendukung kelancaran komunikasi, publikasi, dan pelaporan hasil pertandingan. Selain itu, juga menjadi ruang apresiasi dan dokumentasi perjuangan para atlet,” ujar KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan pentingnya profesionalisme dan transparansi informasi di era digital, serta mengimbau agar pengelolaan media center selalu menjunjung tinggi etika komunikasi.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, yang turut hadir dalam peresmian, menyampaikan bahwa keberadaan pusat informasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menyukseskan penyelenggaraan PORDA dan PEPARDA.
“Media center ini bukan sekadar fasilitas. Ia adalah simbol keterbukaan dan partisipasi. Melalui kerja sama dengan media, kami ingin menyampaikan semangat fair play, sportivitas, dan persaudaraan kepada seluruh masyarakat DIY,” jelas Joko.
Gunungkidul sebagai tuan rumah utama terus melakukan berbagai persiapan fisik dan teknis. Menurut data yang dihimpun, Pemkab Gunungkidul telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,1 miliar untuk pembenahan venue dan sarana penunjang. Stadion Gelora Handayani, yang akan menjadi venue utama, saat ini telah menyelesaikan renovasi hingga 62 persen. Venue baru juga dibangun untuk cabang seperti voli pasir, lintasan sepatu roda, hingga lapangan tembak.
“Kami sudah mulai pembangunan sejak tiga tahun lalu. Selain infrastruktur, kami juga menyiapkan atlet dan ofisial. Target kami jelas: menjadi juara umum,” kata Ketua KONI Gunungkidul dalam sebuah wawancara sebelumnya.
Ketua KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, menyebut bahwa PORDA XVII akan diikuti oleh sekitar 3.500 atlet dari lima kontingen (empat kabupaten dan satu kota), yang akan bertanding di 47 cabang olahraga, dengan tambahan 4 cabang eksibisi di ajang PEPARDA.
“Kami ingin PORDA dan PEPARDA tahun ini tidak hanya jadi ajang kompetisi, tetapi juga perayaan semangat kolaborasi dan integrasi. Terutama dengan pelibatan penyandang disabilitas di ajang PEPARDA,” ungkap Djoko.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyatakan bahwa suksesnya penyelenggaraan event ini tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini harus menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal, geliat UMKM, pariwisata, dan tentu saja pembinaan atlet jangka panjang,” ujarnya.
Dengan hadirnya Pusat Informasi dan Data Center, Pemda DIY mengukuhkan komitmennya dalam menyajikan informasi yang cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Fasilitas ini akan memuat jadwal pertandingan, hasil pertandingan secara live, statistik, dokumentasi foto-video, hingga berita resmi.
Langkah ini juga sejalan dengan visi DIY sebagai provinsi yang mengedepankan keterbukaan informasi dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Dengan waktu kurang dari dua bulan menuju pembukaan resmi, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, panitia pelaksana, serta insan media menjadi kunci utama suksesnya acara. Diharapkan PORDA XVII dan PEPARDA IV tidak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi, tetapi juga membawa semangat kebersamaan, inklusivitas, dan kebangkitan olahraga DIY pascapandemi.
“Kami ingin semua pihak merasa memiliki momen ini. Ini bukan hanya milik atlet, tapi milik seluruh masyarakat DIY,” tutup Paku Alam X.





