GUNUNGKIDUL, (KH)— Kecelakaan maut terjadi di ruas utama Jalan Bedoyo –Baran, tepatnya di Padukuhan Kerdonmiri, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Senin (27/10/2025) siang. Insiden tragis ini merenggut nyawa tiga pemotor yang melintas di jalur tersebut.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Arfita Dewi, menjelaskan bahwa kecelakaan nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat kejadian, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi S 2443 TN yang dikendarai MZ (21), warga Melikan, Rongkop, melaju dari arah Rongkop menuju Baran. Di belakangnya, terdapat sepeda motor Honda Supra bernopol AD 6465 VC yang dikendarai RBS (56), warga Karangwuni, Rongkop.
Sesampainya di lokasi, jalanan yang menanjak dan menikung ke kanan membuat situasi menjadi sulit dikendalikan. Dari arah berlawanan, melaju sebuah truk molen bernomor polisi AD 1822 AJ yang dikemudikan BM (61), warga Wonogiri. Truk tersebut diduga mengambil jalur terlalu ke kanan karena kondisi jalan yang menikung tajam.
Akibatnya, bagian depan truk molen menghantam dua sepeda motor tersebut dengan keras. Ketiga kendaraan itu bahkan masih sempat melaju beberapa meter menurun sebelum akhirnya berhenti. Dua pengendara motor dan satu penumpang terjepit di bawah ban truk, tepat di depan sebuah bangunan yang memiliki beteng pembatas.
“Posisi jalan menikung dan menanjak, sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari,” ujar AKP Arfita Dewi usai olah tempat kejadian perkara (TKP).
Evakuasi Dramatis di Lokasi
Karena korban terjepit di bawah truk, proses evakuasi berlangsung cukup lama. Petugas bersama warga berupaya keras mengevakuasi para korban. Setelah beberapa waktu, ketiganya — MZ, RBS, dan BDS (20) warga Rongkop — berhasil dievakuasi. Namun sayang, seluruhnya sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi.
Ketiga korban mengalami luka parah di berbagai bagian tubuh akibat benturan keras. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Wonosari untuk penanganan lebih lanjut.
“Ketiga korban meninggal di tempat kejadian,” tegas Kasat Lantas.
Petugas kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa truk molen dan dua sepeda motor yang ringsek parah akibat benturan keras. Sopir truk, BM, juga diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Tim Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul melakukan olah TKP lanjutan dan mengumpulkan bukti tambahan, termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian.
“Sopir sudah kami amankan. Tadi sempat kami titipkan di Polsek, kemudian dibawa ke Polres Gunungkidul untuk pemeriksaan,” terang Arfita.
Saksi Mata: Suara Benturan Seperti Ban Meledak
Salah seorang warga setempat, Winarti, mengaku berada tidak jauh dari lokasi saat peristiwa itu terjadi. Ia mendengar suara benturan keras yang dikiranya suara ban truk meledak. Namun saat mendekat, ternyata sudah terlihat truk molen dan dua sepeda motor dalam kondisi rusak parah.
“Dari arah atas, tiga kendaraan itu sempat meluncur turun lalu berhenti di sini. Tiga korban terjepit di ban truk,” ungkap Winarti.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut sempat tidak berani mendekat karena kondisi korban sangat mengenaskan. Mereka kemudian melapor ke pihak Puskesmas dan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
“Jalur sini memang rawan. Kalau dilihat dari bawah tampak landai, padahal sebenarnya cukup curam dan langsung menikung tajam,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak kepolisian segera memasang rambu peringatan serta pembatas jalan tambahan di kawasan tersebut. Pasalnya, ruas Bedoyo–Baran dikenal rawan kecelakaan karena kondisi tanjakan curam dan tikungan tajam yang sering mengecoh pengendara.





