Titen Masih Digunakan Petani Menentukan Musim Tanam

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, (KH) — Memasuki musim tanam pertama para petani di kabupaten Gunungkidul mulai menanam padi dan palawija. Meskipun hujan baru turun beberapa hari ini, mereka menganggap musim tanam sudah tiba. Aktivitas di area persawahan terlihat ramai oleh para petani yang sibuk mengolah lahannya, seperti yang terpantau di sejumlah Kecamatan Paliyan, Saptosari dan Tanjungsari. Senin (10/11/2014).

 

Beberapa Kecamatan di Gunungkidul menggunakan sistem bercocok tani dengan sistem tadah hujan. Intensitas hujan yang belakangan ini turun dirasakan pas untuk melakukan sebar benih. Salah seorang patani dari Papang Paliyan, Sapto utomo (56) mengatakan,curah hujan yang cukup tinggi membuat dirinya bersama patani lain optimis untuk menyebarkan benih. “Petani di Gunungkidul menggunakan titen untuk melihat apakah musim hujan sudah datang atau belum.”, katanya.

 

Kepada KH, Sapto menjelaskan, jika rumus niteni mongso ini sudah diberikan oleh orang tuanya secara turun temurun. “Kalau mendung dari Selatan, maka hujan tidak turun terus menerus. Lain halnya dengan mendung dari arah utara, itu yang dijadikan patokan.”,  jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gunungkidul, Azman Latif mengungkapkan, jika merujuk pada BMKG, bahwa turunnya hujan merata di wilayah Gunungkidul. “Hujan akan turun pada dasarian kedua atau ketiga dan melihat intensitas hujan dalam dua hari terakhir, memang secara umum sudah tepat untuk penanaman.”,  ujarnya.

 

Ia juga berharap kepada semua petani, untuk berhati-hati dalam membeli benih karena tidak sedikit pada tahun lalu ditemukan benih jagung maupun padi yang sudah kadaluarsa. ” Cermati tanggal kadaluarsa sebelum dibeli. Jika tidak ada cap tanggal kadaluarsa, jangan dibeli.”, pungkasnya. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar