Terpengaruh Musim, Harga Cabai Melonjak

oleh -
Pedagang cabai di Pasar Argosari sulit mendapat suplai cabai. KH/ Kandar
iklan dispar
Pedagang cabai di Pasar Argosari sulit mendapat suplai cabai. KH/ Kandar
Pedagang cabai di Pasar Argosari sulit mendapat suplai cabai. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Terkena pengaruh musim hujan membuat harga beberapa jenis sayuran naik cukup signifikan. Seperti yang terjadi di Pasar Argosari, Wonosari, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga ialah cabai.

Dikatakan Surip, salah satu pedagang Sayur, harga cabai naik sejak sekitar 3 hari yang lalu. Menurutnya, suplai yang semakin menurun ke pedagang di pusat perdagangan membuat harga cabai semakin naik.

“Ada kemungkinan masih akan terus naik karena panen dari petani cabai semakin menurun,” katanya, Rabu, (14/12/2016). Lanjutnya, karena hujan/ cuaca mendung tanaman cabai terkena hama sehingga mengakibatkan daunnya rontok yang berakibat matinya tanaman atau merosotnya jumlah cabai yang dapat dipetik.

Rinci Surip, harga cabai sebelumnya Rp. 35 ribu setiap kilogramnya, namun sejak tiga hari yang lalu harga menyentuh Rp. 50 ribu per kilogramnya. Biasanya, Surip mendapat suplai cabai dari sejumlah petani lokal di wilayah selatan Gunungkidul, seperti Tepus, Tanjungsari dan sekitarnya.

Selain cabai komoditas lain yang mengalami kenaikan yakni kelapa. Sebelumnya, setiap butir kelapa ia jual seharga Rp. 5 ribu, tetapi saat ini harganya mencapai Rp. 7 ribu tiap butirnya.

Sementara dihubungi terpisah, THL  Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wonosari, Budi Kuncoro, SP menyebutkan, kenaikan harga cabai merupakan kewajaran hukum pasar, faktor penyebab yang pertama karena kegagalan petani cabai akibat cuaca.

“Banyak hujan sehingga suhu lembab, lalu tanaman terserang jamur kemudian bakteri juga meraja lela,” terangnya. Jelas Budi lagi, penyebab kedua karena areal hortikultura jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya atau nanti pada musim tanam ke- 2 atau musim kemarau berikutnya.

“Karena MH 1 kebanyakan lahan petani lebih memilih ditanami padi,” tukasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar