Stop Bersihkan Telinga Pakai Cotton Bud, WHD 2026: Begini Cara Aman yang Disarankan

Pemeriksaan telinga siswa SD Muhammadiyah Al Mujahidin menggunakan metode Screen-H, sebuah aplikasi berbasis Android yang dikembangkan oleh PERHATI. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH) — Memperingati Hari Pendengaran Dunia atau World Hearing Day (WHD) 2026, Komite Daerah (KOMDA) Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Gunungkidul menggelar aksi bakti sosial pada Kamis (09/04/2026).

Kegiatan yang berpusat di SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari ini meliputi edukasi kesehatan, skrining pendengaran, hingga pemeriksaan kebersihan telinga. Agenda besar ini sukses terlaksana berkat kolaborasi lintas organisasi medis, mulai dari IDI Gunungkidul, Departemen THTKL FK-KMK UGM, PERHATI-KL Cabang DIY, hingga FK UII.

Bacaan Lainnya

Ketua KOMDA PGPKT Gunungkidul dr. Ima Dewi Rosmawati, M.Sc., Sp.T.H.T.K.L., menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar sekitar 600 siswa. Selain pemeriksaan fisik, tim medis juga menerapkan teknologi terbaru untuk mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini.

“Kami melakukan pemeriksaan menggunakan metode Screen-H, sebuah aplikasi berbasis Android yang dikembangkan oleh PERHATI. Alat ini memudahkan kami mengetahui secara cepat apakah indera pendengaran siswa berfungsi normal atau mengalami gangguan,” ungkap dr. Ima di sela kegiatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dr. Ima mencatat bahwa secara umum tingkat kebersihan dan kesehatan telinga para siswa di sekolah tersebut tergolong cukup baik.

Edukasi: Stop Gunakan Cotton Bud

Selain melakukan skrining, dr. Ima memberikan edukasi penting mengenai kebiasaan merawat telinga. Ia secara tegas tidak menyarankan masyarakat, terutama orang tua, membersihkan telinga anak menggunakan cotton bud.

“Telinga sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan kotorannya sendiri. Menggunakan alat bantu seperti cotton bud justru berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif, dr. Ima membagikan panduan bagi masyarakat jika mengalami keluhan pendengaran:

  1. Hindari Mengorek: Jangan memasukkan alat apa pun ke dalam liang telinga.

  2. Kunjungi Faskes Pertama: Jika merasa tidak nyaman atau nyeri, segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat.

  3. Rujukan Spesialis: Apabila ditemukan gangguan serius, dokter di Puskesmas akan memberikan rujukan ke dokter spesialis THT untuk penanganan lebih lanjut.

Melalui peringatan World Hearing Day ini, diharapkan kesadaran masyarakat Gunungkidul terhadap kesehatan pendengaran anak-anak semakin meningkat demi masa depan generasi yang lebih berkualitas.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait