Serangan Monyet ke Lahan Pertanian Terjadi di 9 Kapanewon di Gunungkidul

oleh -
Monyet
Kera Ekor Panjang di Kawasan Pantai Nglambor. Foto: Jhody.
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sejauh ini dilaporkan serangan monyet ekor panjang (MEP) terjadi di lahan pertanian di 9 kapanewon di Gunungkidul. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul sendiri mencatat, satwa primata memang memiliki habitat di seluruh kawawan tersebut.

“Paling banyak di kawasan selatan, mulai Kapanewon Saptosari, Purwosari, Panggang, Tanjungsari, Tepus, dan Girisubo serta di Ponjong, Paliyan dan Semin,” ungkap Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), DPP Gunungkidul, Jayadi saat dihubungi, Minggu, (11/4/2022).

Penanganan diakui sulit. Diantaranya karena terbentur regulasi. Kawanan MEP ini selama berada di habitatnya memang merupakan satwa dilindungi.

“BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) tidak merekomendasikan tindakan pengurangan populasi secara represif,” imbuh Jayadi.

Petani dibuat bingung dengan serangan ke lahan pertanian mereka. Di wilayah Tepus sebagian petani memghalau MEP dengan senapan angin.

Berdasar pemantauan, dampak serangan MEP, Jayadi tambahkan, tak begitu parah. Dia menyebut kategori kerusakan masih dalam tahap wajar.

Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi membenarkan serangan MEP tersebut terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Rismiyadi menjelaskan, lahan pertanian kacang tanah milik petani menjadi incaran kawanan MEP. Petani selama ini mempertahankan lahan pertaniannya agar tak diserang dengan cara berjaga di ladang.

“Upaya jangka panjang kami siapkan diantaranya menanam tanaman buah guna persediaan makanan MEP,” kata Rismiyadi. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar