Sawah Wartijo Amblas Ini Penyebabnya

oleh -
Amblasnya swah Warjito. Foto : Juju.
kadhung tresno
Amblasnya swah Warjito. Foto : Juju.
Amblasnya swah Warjito. Foto : Juju.

WONOSARI, (KH) — Satu petak sawah milik warga Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari tiba-tiba ambles ke dalam dan membentuk kubangan yang menyerupai jurang. Kejadian amblesnya sawah yang ditanami padi ini menjadi perbincangan warga di Kabupaten Gunungkidul.

Sawah milik Wartijo (65), selain ambles juga mengeluarkan suara seperti layaknya sumber mata air. Kejadian ini cukup menghembohkan warga, sebab warga menduga sawah yang ambles akan melebar dan membentuk jurang yang dalam.

“Kejadian saya ketahui Minggu kemarin sekitar pukul 16.00 WIB, saat saya sedang menikmati bekal yang saya bawa, tiba-tiba saya mendengar suara seperti kemercik air, setelah saya cari sumber suaranya ternyata sawah saya sudah amblas kedalam,” katanya saat ditemui di lokasi amblesnya tanah, Senin (29/12).

Wartijo melanjutkan, untuk mencegah amblesnya tanah meluas, sejumlah batu berukutran besar ia masukan di dalam lubang berdiameter 3 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Saat lubang tersebut mencoba dijajaki dengan galah yang panjang, terdengar suara aneh layaknya gendang yang ditabuh.

“Ada sekitar 20 batu berukuran besar yang saya masukan kedalam lubang tersebut, ini untuk mengantisipasi tanah sawah tidak masuk kedalam lubang tersebut, saya kaget ini fenomena apa, suaranya bluthuk-bluthuk gitu,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dosen Geologi Universitas Gajah Mada (UGM) Wahyu Wilopo mengatakan, amblasnya tanah merupakan proses alamiah yang biasanya terjadi di kawasan karst. Pihaknya berharap warga tidak membangun rumah di kawasan endapan.

“Ini fenomena biasa yang banyak terjadi di kawasan karst, karena memang di dalamnya banyak terdapat goa dan sungai,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, amblasnya tanah tersebut terjadi karena penumpukan air di kawasan tertentu. Akibat tidak kuat menyangga air yang berada di tanah kemudian masuk melalui sela dalam tanah. Lubang tersebut akan semakin melebar sehingga tanah akan ambles.

“Ini biasa terjadi saat musim penghujan, tanah bercampur air akan amblas kedalam. Fenomena ini banyak terjadi di Gunungkidul yang banyak terdapat tanah endapan,” katanya. (Juju)

Komentar

Komentar