Sampah Plastik di Gunungapi Purba Mencapai 117,6 kg

oleh -
iklan dispar
PATUK, Kabarhandayani.- Untuk mengatasi dampak buruk sampah, pengelola Desa Wisata Nglanggeran melakukan tindak lanjut untuk mengelola sampah. Para Minggu (1/6/2014), sejumlah 5 pengelola dan 1 warga melakukan pengamatan dan pendataan sampah yang ada di lingkungan Gunung Api Purba Nglanggeran. Selain itu, mereka juga melakukan pendataan penjualan minuman di 16 warung yang ada di kawasan obyek wisata tersebut.
 
Hal ini dilakukan oleh pengelola, karena sampah dapat menganggu kenyamanan indra penglihatan dan penciuman serta menimbulkan berbagai masalah baik polusi udara, tanah, air, sampai menyebabkan banjir. Jika tidak dikelola dengan baik, maka sampah akan menumpuk dan mencemari lingkungan. Terlebih sampah yang terdapat di area wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, seperti kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran ini.
 
Sungeng Handoko, salah satu pengelola Gunung Api Purba menjelaskan, dari hasil pendataan, mayoritas sampah adalah sampah botol minuman yang didata mencapai 117,6 kg selama bulan Mei 2014. Sampah yang didata merupakan sampah hasil Sapu Gunung para pengelola setiap seminggu sekali dengan mengambil sampah di tempat sampah dan yang berceceran.
 
“Selama ini sampah dari hasil sapu gunung dengan mengambil sampah yang ada di tempat sampah yang diletakkan di beberapa titik di jalur pendakian Gunung Api Purba, dan sampah yang berceceran hanya dijual dalam bentuk sampah, untuk itu kami berkeinginan untuk memberdayakan sampah ini,” jelasnya.
 
Sugeng menjelaskan, setelah didata maka sampah akan dianalisis dan diolah, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan mengetahui potensi sampah dan mengelola sampah untuk diusulkan kepada pihak-pihak terkait. “Jika tidak dikelola, maka sampah akan menjadi masalah besar karena semakin lama pengunjung juga semakin banyak, dan sampah yang ditimbulkan pun semakin banyak.
 
Selain itu, semoga nanti mempunyai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terkelola sehingga mampu menjadi salah satu destinasi wisata dengan adanya mesin penggiling plastik, kampanye cinta lingkungan dan rumah botol,” jelasnya. (Mutiya/Hfs).

Komentar

Komentar