Panen Durian dan Rambutan Tahun ini Menurun

oleh -
Lapak penjual duren dan rambutan Foto : Atmaja
kadhung tresno
Lapak penjual duren dan rambutan Foto : Atmaja
Lapak penjual duren dan rambutan Foto : Atmaja

PATUK, (KH) — Sepanjang jalan Jogja -Wonosari yang melewati Desa Salam, Kecamatan Patuk sudah mulai ramai dengan lapak-lapak penjual buah. Hal ini selalu ditemui ketika durian dan rambutan sudah bisa dipanen.

Musim duren dan rambutan yang selalu ada setiap tahun memang memberikan berkah tersendiri kepada warga Patuk. Setiap musim panen duren dan rambutan banyak warga yang mendirikan lapak di pinggir jalan Jogja-Wonosari.

Menurut sebagian besar penjual buah, kualitas buah duren dan rambutan pada musim ini kurang baik. “Penjual harus memilih buah yang layak dijual,” kata Rubiyem (43) warga Ngasem ayu, Salam, Kamis (05/02/2015).

Intensitas hujan yang tinggi pada saat buah durian maupun rambutan masih kecil, membuat buah rontok; hasil panen dengan sendirinya kurang maksimal. Untuk musim panen kali ini, Rubiyem harus membeli duren dan rambutan ke beberapa tetangga untuk dijual kembali.

“Pohon Duren dan rambutan yang ada di pekarangan rumah saya tidak berbuah secara maksimal; karena itu, suami membeli buah dari tetangga sekitar,” imbuh Rubiyem.

Kepada KH, Rubiyem mengaku sudah mulai menjual buah durian dan rambutan sejak seminggu yang lalu. Dalam waktu satu hari minimal ia mendapatkan untung Rp 50 ribu.

“Kadang bisa lebih, tapi yang pasti sehari mendapat untung Rp 50 ribu,” katanya.

Sementara itu Jumono (53) warga Gunungmanuk, Salam, juga mengalami hal yang sama ketika pohon duren maupun rambutan yang ada di sekitar pekarangan rumahnya tidak menghasilkan buah yang maksimal. Ia harus melengkapi dagangan dengan membeli kepada tetangga sekitar untuk melengkapi dagangannya.

Dengan lapak 4×8 meter ia menjajagan duren dan rambutan di sekitar jalur Kali Pentung. Durian yang di jual Jumono lebih lengkap, antara lain durian mentega kuning, manis kuning, orange manis, dan durian putih.

“Harga berbeda-beda untuk durian, berkisar antara Rp 15 – 100 ribu. Yang paling mahal durian mentega kuning, dan orange kuning,” jelasnya.

Untuk buah rambutan ia menjual Rp 7000 per kilogramnya. Pengunjung dapat menikmati durian di lapak milik Jumono. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar