Merdeka

oleh -
kadhung tresno

Penulis: Tatang Yudiatmoko

KABARHANDAYANI.– Sebagai salam, “merdeka” terucap penuh semangat untuk merebut kemerdekaan. semangat yang menggelora sekitar 1945 membuat setiap rakyat tak henti-hentinya mengucapkan, meneriakan salam merdeka. Segera semangat kemerdekaan menghinggapi setiap rakyat. Rakyat memiliki satu semangat yang sama, memiliki kemerdekaan.
Semangat yang tertanam, membuat rakyat dan pemimpin bangsa bersatu, saling percaya, saling bahu-membahu. Lupa segala perbedaan karena memiliki kesamaan semangat merebut kemerdekaan dari pihak lain. Keinginan, tujuan, maksud, cita-cita memiliki kemerdekaan hanya mempunyai satu arti. Tidak perlu dibuat sama, disepakati sama, diberi arti sama. Semua bersatu di bawah perjuangan bersama merebut kemerdekaan.
Kemerdekaan yang telah direbut, diisi, bukanlah kemerdekaan yang berarti selesai di seputaran merebut kemerdekaan. Kemerdekaan tidak berhenti pada satu titik pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan bukan hanya berarti memperingatinya setiap tahun.  Jiwa yang merasa satu dalam sebuah negara yang akan membawa kepada kehidupan baru, harus tetap ada. Jiwa itu, yang terasa sama dalam masa kemerdekaan haruslah bersifat abadi. Pancasila dan UUD 45 adalah bentuk formal jiwa semangat kemerdekaan yang lahir dari kesadaran yang sama. Kemerdekaan sebagai sebuah kesatuan arti dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kemerdekaan bisa berarti membangun negara, di mana keadaan yang ada sebelum merdeka menjadi hilang setelah kemerdekaan. Menjadi suatu keadaan di mana rakyat sudah tidak takut terhadap persoalan sandang, pangan, papan.
Kemerdekaan juga menghilangkan perbedaan setiap warga negara. Warga negaralah yang memiliki negara dan bukan sebaliknya. Mereka yang mendapat tugas mengelola negara hanyalah  mereka yang telah dipilih rakyat untuk mempunyai wewenang membangun negara. Hak keistimewaan hanyalah hak yang diberikan rakyat. Rakyat percaya hak keistimewaan tersebut tidak akan melukai hati rakyat.
Hari ini, seperti hari pada tahun tahun yang lalu, semua memperingati Hari Kemerdekan. Hari ini, semua warga negara Indonesia selalu berusaha mengingat kembali tujuan dari kemerdekaan bangsa. mengingat kembali tujuan membentuk Negara Republik Indonesia. Mengingat kembali bahwa tujuan membangun negara belum selesai. Persoalan pangan, sandang, papan masih ada.
Hari ini semua warga negara Indonesia diharapkan bangkit kembali dengan semangat yang baru. Membangun negara dengan cara dan kemampuan masing masing. Semangat yang menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Benarkah kita selalu menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan?

Salam MERDEKA.
Penulis adalah wartawan Kabarhandayani, sarjana hukum, tinggal di Cibinong Bogor.

Komentar

Komentar