Menengok Perjalanan dan Peran Lembaga Pendidikan Ma’arif Gunungkidul

Papan nama institusi pendidikan LP Ma'arif NU. KH/ Kandar

Lebih jauh disampaikan, Maarif terus berusaha memadukan dua kurikulum yang berbeda. Kurikulum sekolah umum dipadukan dengan kurikulum keislaman, lebih khusus lagi ke-NU-an. Memperhatikan pendidikan karakter dan kepribadian siswanya agar setelah lulus kelak dari sekolah bisa memberikan manfaat lahir batin dunia akhirat bagi masyarakat.

Mengenai kondisi jumlah siswa saat ini disampaikan, untuk jenjang TK/ RA memiliki 4.301 siswa, MI: 2.978, MTs: 676, SMP: 470, MA: 133, SMA: 273, dan SMK memiliki siswa sebanyak 1.924. Ratusan sekolah Ma’arif tersebut berdiri di atas tanah milik penduduk, tanah Wakaf, Kas desa, dan SG.

Bacaan Lainnya

Menurut Mustangid, untuk tetap eksis, tantangan penyelenggaraan pendidikan lembaga Ma’arif cukup beragam, mulai dari persaingan mutu pendidikan, ketersediaan biaya operasional, dan persaingan antar lembaga pendidikan  baik milik pemerintah maupun swasta yang terkadang tidak sehat memang nyata dan ada.

Yayasan sendiri tidak mampu memberikan tambahan apresiasi/ honor bagi guru LP Ma’arif, sumber dana operasional yang utama berasal dari pemerintah berupa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana ini pula yang digunakan untuk memberikan honor guru-guru non PNS, atau disebut Guru Tetap yayasan (GTY). (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait