Luar Biasa, Murid SDN Wonosari 2 Borong Juara 1 Lomba Tingkat Internasional

oleh -
Dani didampingi Guru SD N Wonosari 2 dengan piagam kejuaraan Dansa Internasional. KH
iklan dispar
Dani didampingi Guru SD N Wonosari 2 dengan piagam kejuaraan Dansa Internasional. KH
Akhsyan Maulidani didampingi Guru SD N Wonosari 2 dengan piagam kejuaraan Dansa Internasional. KH

WONOSARI, (KH)— Spektakuler, prestasi Akhsyan Maulidani siswa SD Wonosari 2 ini meraih juara tingakt internasional dalam kejuaraan dansa Merlion International Dancesport Championship 2016 di Singapura, beberapa waktu lalu.

Saat ditemui di SD N Wonosari 2 Jl. Dewandaru, Wonosari, siswa kelas IV ini mengungkapkan kegembiraannya. Ia juga berterima kasih atas doa dan dukungan dari banyak pihak mulai dari orang tua guru dan teman-temannya.

Sebagai wakil Indonesia melalui club dimana ia belajar dansa, siswa yang akrab dipanggil Dani ini mengikuti 5 kategori lomba sekaligus. Tak tanggung-tanggung semua kategori yang diikuti baik secara berpasangan maupun individu ia merebut juara, bahkan 4 diantaranya ia meraih podium utama.

“3 Cabang berpasangan dengan Kenya Mahadewi Wijaya Putri dari SD N Wonosari 1 mendapat juara satu, dua cabang individu lolos sebagai juara 1 dan 5,” terang Dani Kamis, 4/8/2016.

Sehingga 4 kategori lomba yang mendapat medali emas atau juara pertama dansa internasional ini diantaranya, Standar Juvenile Novice (12 Years & Below ), Standard Pre Novice Waltz, Standard Juvenile Novice ( 10 Years &Below), dan Solo Medallist 12 Years & Below.

Dengan sesekali melempar senyum lebar, siswa asal Gadungsari Desa Wonosari ini mengungkapkan ketertarikannya menjadi atlet dansa sudah ada sejak ia duduk di kelas 1. Awalnya ia melihat sang kakak yang juga memiliki minat dan bakat yang sama, sehingga kakaknya yang kini berada di bangku SMP dapat meyumbangkan banyak piala di sekolahnya.

Sejak saat itu mulailah ia berlatih bersama pelatih lokal di Gunungkidul. lantas semenjak naik ke kelas 2 berbagai lomba ditingkat daerah serta kejuaraan tingkat propinsi rutin ia ikuti. Dukungan penuh diberikan kedua orang tuannya, sehingga ia menambah jam latihan dengan mengikuti pelatihan di sebuah club Yogyakarta.

“Biasanya diantar Ibu, kadang-kadang nebeng teman yang sama-sama belajar di Yogyakarta, paling tidak minimal tiga kali dalam seminggu,” ucapnya polos.

Anak dari pasangan Supriyanto dan Suparyani ini benar-benar gigih berlatih meski jam latihan menyita waktu bermainnya. Perjuangan orang tua pun turut memberikan andil besar keberhasilannya, Sang Ibu rela mengantar dan menunggu dari pukul 04.00 hingga 19.00 WIB malam ketika berlatih di club Yogya.

Tak hanya orang tua, pihak sekolah pun juga ikut bangga, sebagaimana diutarakan kepala sekolah, Sarilah S.Pd. Keberangkatan Dani ke Singapura juga mendapat dukungan dari Disdikpora Gunungkidul dengan memberikan Surat Dispensasi selama lomba berlangsung dari 28 Juli hingga 1 Agsutus 2016.

“Dani bersama murid lain telah menyumbang belasan piala dari cabang dansa sejak kelas 2, melalui guru seni kita ikut pupuk dan dorong bakat yang dimiliki siswa terebut,” jelas Sarilah.

Mantan Kepala sekolah SD Kamal Wonosari ini menambahkan, Kepulangan Dani dari Singapura beberapa waktu lalu disambut secara khusus bersamaan dengan kegiatan upacara bendera. Ia meminta kepada Dani untuk menyampaikan ke semua teman sekolahnya mengenai pengalaman selama mengikuti perlombaan.

“Secara khusus kita berikan waktu kepada Dani bercerita dengan harapan dapat memotivasi siswa yang lain untuk giat berlatih dan belajar mengenai apapun agar menyusul prestasi Dani,” imbuh dia.

Dihubungi terpisah, Orang tua Dani, Suparyani sangat terharu dengan prestasi buah hatinya, selama perlombaan ia tak henti mengirim doa demi keberhasilan putranya itu.

“Tidak bisa ikut karena tidak ada dana, selalu berdoa dari rumah saja mudah-mudahan mendapat hasil terbaik,” kata ibu rumah tangga ini. (Kandar)

Komentar

Komentar