Bakti sosial berupa pengobatan gratis ini sudah dilaksanakan berulang kali, bahkan untuk di Gunungkidul telah dibentuk komunitas Banyu Urip yang baru, tepatnya di Padukuhan Sendang, Desa Sawahan, Ponjong.
Serda M Syamsul Arifin selaku pendiri komunitas mengungkapkan, terlaksananya kegiatan berkat permintaan masyarakat. “Salah satu misi kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya dengan kondisi kurang mampu,” katanya disela persiapan.
Komunitas yang dirintis sejak Tahun 2005 ini telah banyak membantu kesembuhan para pasien yang pernah memanfaatkan jasa pengobatannya. Bahkan tidak jarang, ujar Dia, pasien yang sembuh setelah diterapi dengan ramuan Banyu Urip masuk menjadi anggota serta aktif dalam berbagai kegiatan bakti sosial.
Di luar tugasnya sebagai anggota TNI, Ia manfaatkan untuk membuat ramuan sekaligus menggunakannya praktek langsung di dalam pengobatan. Seiring berjalannya waktu, Ia kewalahan lantas masuklah petugas-petugas baik teman sekantornya maupun orang yang tadinya menjadi pasien dan telah sembuh.
“Ramuan kami berbentuk cair, untuk berbagai penyakit dalam dan luar seperti jantung, kadar gula tinggi, penyakit kulit, luka, kanker, polip, vertigo dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Beberapa cara penggunaan ramuan, dilakukan dengan diminum, oles, kompres, tetes serta kumur. Untuk hari Sabtu dan Minggu selalu menyediakan layanan pengobatan gratis di kantor pusat di Yogyakarta.
“Nafas menjadi lega,” kata salah satu pasien yang terkena gangguan pernafasan. Untuk keluhan penyakit yang perlu dan menginginkan penanganan lanjutan akan dikenakan biaya pembelian obat/ramuan dengan harga terjangkau, tetapi jika memang berasal dari keluarga tidak mampu hanya dikenakan biaya sekadarnya bahkan gratis hingga sembuh. (Kandar/Bara)