Klarifikasi Tentang Pemekaran Desa Karangasem

oleh -
iklan dispar

PALIYAN, (KH) — Klarifikasi adanya wacana Desa Karangasem akan dipecah menjadi dua, ditampik oleh Pamong Desa Karangasem. Sebagian warga sempat kebingungan oleh pemberitaan salah satu media jika Desa Karangasem akan dipecah menjadi dua desa.

 

Kepala Desa Karangasem, Amanat menyampaikan, agar warga tetap tenang dengan adanya isu tersebut, karena memang tidak ada agenda untuk pemekaran Desa. “Itu hanya wacana tidak resmi 18 tahun silam saat alm. Bambang menjabat sebagai Kepala Desa Karangasem.”, katanya.

 

Ia menambahkan, sampai saat ini tidak ada keinginan baik dari pamong maupun warga untuk memisahkan diri dari Desa Karangasem. “Lha wong masyarakat saja sejak 18 tahun silam sampai saat ini tentram dan damai tidak ada masalah, kenapa harus di pecah menjadi 2, harusnya klarifikasi terlebih dahulu agar tidak salah paham.”, jelasnya.

 

Desa karangasem sendiri terdiri dari delapan padukuhan antara lain, Trowono A,Trawono B, Banjaran, Karangasem A,karangasem B, Mengger dan Cangkring. Dari delapan padukuhan sendiri tidak pernah ada masukan untuk memecah menjadi dua Desa.

 

Kepada KH, ia menambahkan, sebagai pamong desa, apapun yang menjadi keinginan dari masyarakat umum pasti akan di pikirkan, jika memang itu yang terbaik bagi masyarakat. “Dari pada memikirkan pemekaran desa, lebih baik kita berfikir bagaimana cara untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Desa.”, imbuhnya.

 

Salah satu warga Padukuhan Trowono A, Mursidah (54) mengaku tidak ada masalah dengan jarak menuju Kantor balai desa maupun kecamatan. “Tidak ada masalah karena jarak tidak begitu jauh dari kecamatan. Bahkan masih ada desa yang lebih jauh untuk menuju kecamatan yakni Giring kidul yang berbatasan dengan Tanjungsari dan Saptosari.”, terangnya.

 

Lebih lanjut Mursidah menjelaskan, warga daerah selatan Desa Karangasem diberikan pelayanan kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Paliyan seminggu dua kali. “Itu juga bentuk perhatian buat kami, agar lebih meringankan masyarakat dalam berobat.”, pungkas Mursidah.(Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar