Ketrampilan Diajarkan untuk Bekal Masa Depan

oleh -
Siswa SLB Bakti Putra mengikuti pelajaran ketrampilan. Foto: Atmaja.
kadhung tresno
Siswa SLB Bakti Putra mengikuti pelajaran ketrampilan. Foto: Atmaja.
Siswa SLB Bakti Putra mengikuti pelajaran ketrampilan. Foto: Atmaja.

KARANGMOJO,(KH) — Sekolah Luar Biasa (SLB) Bakti Putra mengajarkan kepada anak yang mengalami tuna grahita beberapa ketrampilan. Hal ini dilakukan agar siswa bisa mempunyai sebuah ketrampilan untuk melanjutkan kehidupan mendatang.

“Karena siswa tuna grahita lemah pada akademik, kami fokuskan agar siswa mempunyai ketrampilan. Ada beberapa ketrampilan yang diajarkan, di antaranya membuat keset, boga, pertanian, cuci motor, dan laundry,” kata Carmiyati, guru ketrampilan SLB Bakti Putra, Kamis (16/04/2015).

Terdapat beberapa kelas untuk membagi kelas pada siswa yang menyandang tuna grahita. Dua kelas yakni kelas C dan C1. Untuk kelas C merupakan siswa penyandang tuna grahita ringan yang masih bisa menerima pelajaran akademik.

“Sedang untuk kelas C1 merupakan kelas untuk siswa yang lemah di bidang akademik. Meski demikian kelas C1 masih bisa dikembangkan melalui ketrampilan,” jelasnya.

SLB Bakti Putra yang berada di Desa Ngawis Karangmojo ini berdiri pada tahun 1983 di bawah naungan Yayasan Pelayanan Penyandang Cacat (YPPC) Bakti Putra. Saat ini jumlah siswa yang bersekolah di SLB Bakti Putra sebanyak 60 siswa dari TK hingga SMA.

Siswa yang berasal dari luar Kecamatan Karangmojo dapat tinggal di asrama Bakti Putra. Karena terdapat beberapa siswa yang berasal dari Tepus, Semanu, dan sekitar Wonosari.

Untuk hasil ketrampilan yang dibuat siswa dijual melalui beberapa pameran. Juga selalu diberikan motivasi kepada siswa, apabila ada kemauan untuk bekerja pasti membuahkan hasil.

“Itu dilakukan untuk membentuk karakter siswa agar giat bekerja dikemudian hari,” ujar Carmiyati. (Atmaja).

Komentar

Komentar