Kepala Kemenag Gunungkidul: Selamat Natal, Semoga Kita Saling Mengasihi Dan Menguatkan

oleh -
Perayaan Natal Pemkab Gununhgkidul. foto: istimewa.
iklan dispar
Perayaan Natal Pemkab Gununhgkidul. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pemkab Gunungkidul menggelar perayaan Natal 2018 di Bangsal Sewaka Praja, Kamis, (27/12/2018) malam. Kegiatan diikuti ASN mencakup TNI dan POLRI, DPRD, Pegawai BUMN, BUMD, dan Perangkat Desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kemenag Kabupaten Gunungkidul, H. Aidi Johansyah S.Ag, M.M mengucapkan selamat atas perayaan Natal bagi umat Kristiani. Pihaknya berharap momentum Natal menjadikan sesama dapat saling mengasihi, saling menguatkan, dan saling melindungi.

“Sesuai dengan Tema Sinode ‘Damai Sejahtera Allah di Bumi Pancasila’ semoga kerukanan dan kedamaian bisa lahir di bumi Gunungkidul dan NKRI,” ucapnya.

Aidi Johansyah menginformasikan, Kantor Kemenag Gunungkidul pada tahun 2018 akan merayakan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 73 dengan Tema ‘Jaga Kebersamaan Umat’. Hal tersebut menegaskan bahwa seseorang tidak bisa hidup berdiri sendiri akan tetapi saling menguatkan.

“Semoga kita semua mendapat berkah dan lindungan dari Tuhan YME,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos menyampaikan, dengan perayaan Natal Tahun 2018 ini setiap umat Kristiani sesungguhnya memiliki hikmat dari Tuhan, yang akan selalu memampukan untuk berpikir, berkata-kata, bertindak, berkarya dan melayani dengan bijaksana sesuai perintah Tuhan.

Diharapkan, umat Kristiani semakin menyadari untuk berperan dan berkarya nyata, sehingga memberikan hasil dan kemanfaatan yang terbaik bagi warga masyarakat Gunungkidul. Diharapkan pula terus berusaha menjalin interaksi yang harmonis, agar bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif.

“Tahun 2019 merupakan tahun politik, seluruh warga masyarakat termasuk umat Kristiani agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya momen tersebut dalam mengekspresikan hak politiknya,” pesan Badingah.

Sambungnya, dipersilahkan memilih calon pemimpin atau wakil rakyat yang sungguh-sungguh memiliki kapabilitas, berkomitmen kuat menjalankan tugas dan tanggung-jawabnya, serta berintegritas.

Menurutnya, Kedewasaan dalam demokrasi juga memotivasi seseorang untuk turut berpartisipasi menciptakan suasana dan proses Pemilu yang kondusif, aman dan tentram serta jauh dari potensi konflik horizontal. (Kandar)

Komentar

Komentar