Kasus Hipnotis Terjadi di Kapanewon Playen, Pelaku Bawa Kabur Puluhan Gram Emas

oleh -
Hipnotis
Pihak berwajib sedang meminta sejumlah keterangan atas kasus penipuan bermodus hipnotis atau gendam. (dok. Polsek Playen)
iklan golkar Gunungkidul

PLAYEN, (KH),– Kasus kejahatan penipuan dengan cara gendam/hipnotis terjadi lagi di wilayah Gunungkidul. Kejadian kali ini menimpa seorang janda Lansia bernama Surani (70), warga Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Minggu (25/5/2021).

Akibat aksi kejahatan ini, korban kehilangan perhiasan emas seberat 20 gram. Modus yang digunakan pelaku hampir sama dengan yang terjadi di Kapanewon Karangmojo beberapa waktu lalu.

Pelaku datang bertamu dan mengaku sebagai petugas dari Kapanewon yang datang untuk memberikan bantuan.

Dukuh Tompak, Manto saat dihubungi media membenarkan bahwa korban, Surani adalah salah satu warganya.

“Benar warga kami, mbah Surani seorang lansia sekaligus janda. Pelaku datang bertamu sekitar pukul 10.00 WIB siang. Waktu itu korban sedang Shalat Dhuha, korban datang dengan mengucapkan salam,” terang Manto, Minggu (25/7/2021).

Manto melanjutkan, korban yang sudah selesai Shalat, kemudian keluar untuk menyambut tamu.

“Dari keterangan korban, tamu yang datang hanya seorang diri, dan mengaku sebagai petugas dari Kapanewon yang akan memberi bantuan untuk para janda, berupa Sembako dan sejumlah uang,” lanjut Manto.

Saat itu, pelaku menanyakan kepada korban, apakah mempunyai uang atau perhiasan yang disimpan, dan korban menjawab uangnya sudah dipakai untuk membayar hewan kurban pada Idhul Adha kemarin.

“Korban kemudian mengaku masih mempunyai perhiasan emas berupa gelang, dan oleh pelaku disuruh untuk mengambil di kamarnya, korban kemudian mengambil emas dan menyerahkan ke pelaku,”

Manto menambahi keterangannya, bahwa korban mengaku tidak diajak bersalaman atau ditepuk pundaknya oleh pelaku, tetapi korban merasa tidak berdaya saat ditatap oleh pelaku.

“Mbah Surani mengatakan bahwa dia hanya merasa aneh saat ditatap oleh pelaku, tanpa salaman atau ditepuk, korban sudah menurut apa yang diperintahkan oleh pelaku,” imbuh Manto.

Setelah korban menyerahkan perhiasannya, kemudian pelaku mengatakan agar korban tidak kemana-mana terlebih dulu. Pelaku kemudian pergi, selang beberapa saat korban sadar telah ditipu dan kemudian menelopon anak-anaknya.

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi, mengatakan, diduga kuat lansia warga Padukuhan Tumpak ini menjadi korban aksi kejahatan dengan metode gendam/hipnotis.

“Pelaku satu orang laki-laki, mengaku sebagai petugas dari Kapanewon yang sedang mendata para lansia untuk mendapat bantuan,” terang AKP Hajar, Minggu (25/7/2021).

Hajar melanjutkan, akibat kejadian ini, korban kehilangan perhiasan emas berupa gelang 20 gram senilai Rp12 juta yang dibawa kabur oleh pelaku.

“Aksi kejahatan dengan cara gendam/hipnotis akhir-akhir ini marak terjadi di Gunungkidul dan menyasar para lansia. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada, dan jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal,” pungkasnya. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar