Jumlah Penderita HIV dan AIDS Gunungkidul Meningkat

oleh -
Gerakan Peduli HIV/AIDS di Gunungkidul. Foto: Juju.
iklan dispar
Gerakan Peduli HIV/AIDS di Gunungkidul. Foto: Juju.
Gerakan Peduli HIV/AIDS di Gunungkidul. Foto: Juju.

WONOSARI, (KH)– Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gunungkidul terus melakukan sosialiasi tentang penyakit berbahaya HIV dan AIDS. Hal tersebut dilakukan karena jumlah penderita penyakit berbahaya ini di Gunungkidul setiap tahunnya terus meningkat.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Gunungkidul, Iswandi mengatakan, pada tahun 2013 ada 42 orang terkena HIV dan 90 orang menderita AID. Sedangkan tahun 2014 ini hingga bulan September, berdasarkan data ada peningkatan sebanyak 15 penderita.

“Tahun 2014 ada 45 orang menderita HIV dan 92 orang terkena AIDS, Jumlah penderita tahun 2014 yang terdeteksi ada 137 penderita atau ada penambahan 15 orang,” kata Iswandi saat ditemui di sela mengikuti peringatan hari AIDS di Alun-alun, Senin (1/12/2014).

Sebagai Bentuk sosialisasi kepada masyarakat dalam memperingati hari AIDS yang jatuh pada 1 Desember, Ketua KPA Gunungkidul Immawan Wahyudi bersama puluhan pelajar dan mahasiswa, membagi-bagikan bunga dan selebaran kepada pengguna jalan tentang kepedulian penyakit HIV/AIDS.

Pembagian bunga dan selebaran ini dipusatkan di 3 titik traffic light Kota Wonosari.  Melalui aksi ini Immawan berharap, dapat menjadi bekal masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya HIV/AIDS.

Kegiatan ini, terang Immawan, sebagai sosialisasi ke masyarakat luas tentang arti penyakit dan bahaya HIV/AIDS. “Saling setia kepada pasangan, tidak menggunakan narkoba dan memilih hidup tanpa HIV/AIDS. Kita tekankan supaya masyarakat terhindari dari penyakit tersebut,” pungkasnya. (Juju/Tty)

Komentar

Komentar