Joko Susilo, Pendiri ‘Gunungkidul Menginspirasi’ Juara Nasional Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan

oleh -
pemuda pelopor
Joko Susilo (kiri), juara Pemuda Pelopor nasional bidang pendidikan asal Gunungkidul. (istimewa)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Delegasi Pemuda Pelopor asal Daerah Istimewa Yogyakarta meraih juara nasional Pemuda Pelopor tahun 2022 untuk bidang pendidikan. Pada seleksi tahun ini, Joko Susilo mengangkat aksinya bersama Komunitas Gunungkidul Menginspirasi yang ia rintis sejak 2012 silam.

“Komunitas Gunungkidul Menginspirasi merupakan sebuah medium aktivisme dan ekosistem yang menaungi kaum muda-pelajar dalam kerja pendidikan alternatif-kolektif dan pengembangan kapasitas kepemimpinan pemuda di perdesaan Gunungkidul,” kata peneliti yang akrab di panggil Josu ini saat dihubungi, Senin (10/10/2022).

Sejak 2012 berbagai program komunitas telah berhasil diselenggarakan, antara lain Buku Untuk Gunungkidul, EduExpo, StudenTalk, Berbagi Kos, Jagongan Muda, Desa Binaan, Nyantrik/Srawung Empu, Mentoring/Coaching Sebaya dan konten edukasi informasi sosial-media maupun program-program lain yang diselenggarakan secara Gugur-Gunung atau kolaborasi bersama lintas organisasi/komunitas yang lain.

Komunitas, kata Josu, berdiri setelah melihat realitas dan permasalahan Index Pembangunan Manusia (IPM) daerah Gunungkidul yang rendah.

“Khususnya pada aspek rendahnya rata-rata sekolah dan tingkat literasi serta kesenjangan pendidikan bagi kaum marjinal perdesaan dan keterbatasan akses pengembangan diri pelajar/pemuda perdesaan,” terang dia.

Dijelaskan, banyak pihak utamanya pemuda dan mahasiswa asal Gunungkidul yang kemudian terlibat. Bersama lebih dari 450 anggota maupun volunteer, mereka telah melaksanakan program sosio-pendidikan dan kepemudaan.

Selain melibatkan ratusan pelajar/pemuda, kegiatan juga melibatkan serta menyasar lebih dari 100 sekolah di 18 kepanewon, 32 pojok baca/klub belajar baik rintisan maupun mitra dalam 10 tahun terakhir di Kabupaten Gunungkidul.

“Komunitas Gunungkidul Menginspirasi punya visi: menuju generasi muda Gunungkidul yang humanis dan berdaya dengan tagline Bakti Untuk Handayani. Bahwa tak ada peradaban tanpa pendidikan, tak ada masa depan tanpa kaum muda, dan tak ada perubahan tanpa keterlibatan pemuda dan banyak pihak,” papar pemuda kelahiran Semanu ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya wakil dari Gunungkidul. Dia menilai Josu pantas mendapatkan predikat juara sebagai pemuda pelopor tingkat nasional.

“Pemilihan Pemuda Pelopor merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga terhadap para pemuda Indonesia atas prestasi dan kontribusinya untuk kemajuan masyarakat,” kata dia.

Ada lima bidang utama kepeloporan yakni Pendidikan, Sosial Budaya Keagamaan, Inovasi Teknologi Tepat Guna, Pangan Pertanian, dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

“Pemuda Pelopor adalah program tahunan, dimana pada tahun 2022 dilaksanakan secara berjenjang melalui seleksi tingkat kabupaten/kota, provinsi, lalu dipilih finalis nasional sebanyak 60 orang dan ditetapkan juara 1,2,3 di setiap bidangnya. Proses seleksi diantaranya administrasi, fact finding/ kunjungan lapangan, presentasi, karantina dan malam grandfinal,” jelas Supriyanto.

Dia berharap dengan penghargaan ini para Pemuda Pelopor akan memberikan inspirasi dan motivasi bagi pemuda lainnya untuk turut bergerak memberikan dampak dan kebermanfaatan sosial bagi lingkungan sekitar. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar