Jatuh ke Jurang, Diky Butuh Bantuan

oleh -
iklan dispar
WONOSARI, kabarhandayani.– Diky Wenang Pambudi (15) siswa kelas VIII SMPN 4 Wonosari, terpaksa putus sekolah karena menderita lumpuh total. Diky ketika dengan sembunyi-sembunyi belajar naik sepeda motor, dengan kecepatan tinggi sepeda motornya selip, Diky tak dapat menguasai keadaan, dan terperosok ke jurang sedalam 10 meter.
Dalam keadaan pingsan Diky dilarikan ke RS Sardjito Yogyakarta, menurut ayahnya Ngadiyono (38) Warga  Karangtengah I RT 04/RW 01 Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, anaknya Diky mengalami kerusakan pada tulang belakang, dan operasi otak untuk menyelamatkan Diky. Alhamdulilah Diky bisa diselamatkan oleh dokter RS Sardjito, namun kerusakan sungsum tulang belakang, menjadikan lumpuh sampai sekarang.
Kejadian yang memilukan terjadi bulan November 2013, dirawat di RS Sardjito sekitar 3 bulan, karena tidak memiliki dana, terpaksa Diky dibawa pulang sampai sekarang masih terbaring di tempat tidurnya. Diky hanya bisa menggerakkan kepalanya, mengangguk atau menggelengkan kepalanya, ketika ditanya KH (Senin 14/07/2014). Diky hanya mengangguk apabila pertanyaan ayahnya benar, tetapi kalau salah, kepalanya digelengkan.
Ngadiyono yang mengandalkan pendapatan ojek, yang mangkal di depan pasar Hargosari, sehari hanya mendapatkan uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu/hari, hanya pas-pasan untuk menghidupi istri dan 3 anak. Untuk mengobatkan Diky tidak ada dana, kepada pemirsa KH Ngadiyono memohon bantuan doa maupun dana, untuk mengobatkan Diky ke Rumah Sakit, atas uluran tangan pemirsa KH dan para Dermawan, semoga Diky dapat sembuh seperti sediakala. (Berita Kiriman Sarwo, Ed: Hfs)

Komentar

Komentar