GUNUNGKIDUL, (KH),– Dugaan peristiwa bunuh diri terjadi di Pantai Ngungap, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Jasad korban berinisial JP (33) usai ditemukan lantas dievakuasi oleh petugas SAR setempat bersama petugas satuan yang lain pada, Senin (16/6/2025) pagi.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I, Sunu Handoko menginformasikan, korban berhasil dievakuasi oleh tim vertical rescue pada pukul 08.45 WIB.
“Untuk waktu penemuannya pada Pukul 06.00 WIB,” ujar Sunu.
Pihaknya menambahkan, korban diketahui pergi dari rumah sejak Minggu, (15/06/2025) kemarin. Yang bersangkutan sempat berpamitan hendak pergi ke wilayah Pantai Selatan Gunungkidul.
Namun, hingga Minggu malam orang yang bertugas di institusi Pendidikan di Gunungkidul ini tak kunjung pulang. Pihak keluarga dengan segera melakukan upaya pencarian.
Sunu menlanjutkan, barulah pada pagi hari tepatnya Senin, (16/ 6/ 2025) pukul 05.30 WIB korban ditemukan oleh warga yang lantas melaporkannya kepada tim SAR Wilayah Operasi I.
“Lebih dulu ditemukan sepeda motornya jenis Honda PCX,” imbuhnya.
Pasca dievakuasi, jasad korban diserahkan kepada petugas Medis Puskesmas Girisubo dan jajaran Polsek setempat.
Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, jenazah segera diantar ke rumah duka guna diserahkan kepada pihak keluarga. Dugaannya, korban melakukan tindakan bunuh diri.
***
Catatan Redaksi:
- Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.
- Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.
- Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.





