Jalur Wisata Bagian Timur Mulai Ramai, Omset Toko Oleh-Oleh Naik

oleh -
Salah satu toko oleh-oleh di jalur masuk dari Cawas melintasi Ngawen. KH/ Kandar.
iklan dispar
Salah satu toko oleh-oleh di jalur masuk dari Cawas melintasi Ngawen. KH/ Kandar.
Salah satu toko oleh-oleh di jalur masuk dari Cawas melintasi Ngawen. KH/ Kandar.

NGAWEN, (KH)— Jalur jalan masuk menuju Gunungkidul melalui sisi timur mengalami peningkatan jumlah pengendara. Akses penghubung dari Cawas, Klaten masuk melalui Kecamatan Ngawen dinilai lebih ramai oleh wisatawan belakangan ini.

Hal tersebut sesuai pengakuan pemilik toko oleh-oleh di ruas jalan Desa Sumberejo, Kecamatan Ngawen, Aris (43), bahwa kepadatan lalu lintas oleh wisatawan asal Solo, Boyolali, Sragen, Klaten dan sebagainya mengalami kenaikan.

“Toko oleh-oleh mulai beroperasi atau buka sejak Lebaran tahun lalu, semenjak pariwisata Gunungkidul semakin berkembang, semakin banyak pula pengunjung asal Yogyakarta dan Jateng dari arah timur laut dari Gunungkidul yang melintas di ruas jalan Sambeng,” terangnya, Selasa, (20/12/2016).

Ungkap Aris, ruas jalan Cawas- Wonosari tersebut lebih dipilih daripada jalan pintu masuk melalui Semin, terlebih semenjak infrastruktur jalan semakin membaik.

Dari puluhan jenis oleh-oleh yang ia jual sebagian besar berasal dari Gunungkidul, sementara sebagian yang lain berasal dari Bantul, Palur, dan Manyaran.

“Oleh-oleh yang kita produksi sendiri yakni bakpia. Semetara yang lain ada peyek dari Manyaran, geplak, dodol dan aneka kripik dari Bantul, lantas aneka minuman herbal dari lokal Ngawen,” rincinya.

Aris menambahkan, semenjak jalan aspal selesai diperbaiki sekitar satu bulan yang lalu, pengendara mengaku merasa semakin nyaman, dibuktikan saat hari libur Sabtu atau Minggu, lalu lintas pengendara atau wisatawan mengalami peningkatan.

“Omset sebulan rata-rata antara Rp. 6-8 juta, meski belum signifikan, capaian omset relatif meningkat,” imbuh Aris. (Kandar)

Komentar

Komentar