Immawan : Pernikahan Dini Jangan Jadikan Trend

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan harus ada upaya khusus dari pemerintah untuk mengurangi tingginya pernikahan dini di Kabupaten Gunungkidul. Jika tidak dampak negatif dari pernikahan dini akan menyebar ke mana-mana.

“Upaya pencegahan pernikahan dini harus melibatkan semua elemen baik masyarakat maupun pemerintah, ke depan pemerintah harus jeli dalam memperhatikan pembangunan mental dan spiritual masyarakat sehingga dapat mencegah hal itu,” kata Immawan, Jumat (13/6/2014).

Terpisah Manager Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rifka Anisa Muhammad Thontowi mengungkapkan, tingginya angka pernikahan dini di Gunungkidul harus segera mendapatkan penanganan yang serius jika tidak jumlah pernikahan dini tersebut akan terus meningkat.

Dia mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi tingginya pernikahan dini di Gunungkidul, untuk mencegahnya butuh tindakan nyata dari orang tua, masyarakat maupun pemerintah untuk menggerakan semua elemen dan berkomitmen mencegah pernikahan dini.

Pihaknya kini terus melakukan pendekatan kepada para dukuh di Gunungkidul untuk menekan pernikahn dini, karena dukuh memiliki peran yang sentral dalam pencegahan pernikahan dini di tengah-tengah masyatrakat.

“Salah satu upaya kita dalam menekan upaya pernikahan ini adalah melalui dukuh. Kita berharap tidak hanya di daerah Gedangsari yang dukuhnya mau berkomitmen memberantas pernikahan dini tapi seluruh Gunungkidul,” kata Thontowi.

Thontowi menjelaskan, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pernikahan dini antara lain faktor teknologi, lemahnya pengawasan orangtua serta lemahnya kebijakan pemerintah juga menjadi salah satu faktor. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar