Gubuk Pintar Turut Cerdaskan Masyarakat

oleh -
iklan dispar

SEMANU,  kabarhandayani.– Tiada negeri maju tanpa baca buku, kalimat bijak ini seharusnya tidak hanya menjadi syair dan semboyan tanpa aksi. Minat baca masyarakat Gunungkidul yang masih rendah, perlu didorong oleh berbagai pihak agar membaca menjadi budaya masyarakat.  

Gubuk Pintar yang terletak di Padukuhan Nitikan Timur, Desa Semanu, Gunungkidul adalah satu dari sekian banyak upaya masyarakat dan pemerintah dalam memberikan sarana untuk membaca bagi masyarakat.  

Tri Sudaryani pengelola Gubuk Pintar menjelaskan,  Gubuk Pintar berdiri sejak 2 Mei 2012, Gubuk pintar adalah salah satu upaya mendorong minat baca masyarakat dengan cara menyediakan taman bacaan masyarakat (TBM). Salah satu persoalan minat baca masyarakat rendah karena minimnya fasilitas TBM di masyarakat desa.   

Tri Sudaryani memaparkan, Gubuk Pintar merupakan kegiatan murni inisiatif masyarakat dan dibiayai swadaya oleh masyarakat. Awalnya masyarakat prihatin karena beberapa tahun kegiatan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di sekitarnya Gubuk Pintar tidak jalan, sehingga muncul inisiatif untuk kembali menggiatkan kegiatan TPA tersebut. Tidak hanya belajar Al-quran tetapi juga kemudian disiapkan bacaan umum lainnya, kegiatan TPA tidak di masjid atau mushola tetapi di gubuk, gubuk dipilih karena biar lebih merakyat dan tidak terlalu formal.  

“Nama Gubuk Pintar dipilih karena secara filosofi gubuk itu lebih merakyat dan tidak formal daripada  memakai nama perpustakaan , masjid atau mushola. Gubuk lebih dekat dengan masyarakat tidak formal tetapi secara fungsi gubuk itu banyak manfaat, diantaranya; tempat bertukar pikiran, sambung rasa, silatuurahmi para petani pada saat istirahat pertanian,” ungkap Tri Sudaryani Senin (16/6/2014).  

Tri Sudaryani mengaku, kegiatan di Gubuk Pintar murni dibiayai swadaya melalui iuran orangtua wali yang anaknya belajar TPA di Gubuk Pintar dan keuntungan dari warung kejujuran yang dirintis oleh pengelola. Bantuan lain masih mencari dan melobi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan Corparate Social Responsibility (CSR). Ia menambahkan untuk penyediaan buku Gubuk Pintar bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngudi Kapinteran dan masyarakat yang banyak memiliki koleksi buku.  

Obsesi dari pengelola Gubuk Pintar mendorong masyarakat minimal di setiap padukuhan di Kecamatan Semanu akan ada satu Gubuk Pintar sebagai upaya penyediaan taman bacaan masyarakat agar minat baca masyarakat meningkat. Gubuk Pintar tahun ini mengikuti lomba TBM tingkat Daerah Istimewa Yogykarata, penilaian lomba pada 28 Mei 2014 lalu, namun sampai saat hasil penilaian ini belum diumumkan. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar