Dukuh di Gunungkidul Ini Dinilai Arogan, Warga Tuntut Mundur

oleh -
Dukuh
Situasi balai padukuhan Mendak. (Istimewa)
ucapan natal pemkab

PONJONG, (KH),– Sebagian warga di Padukuhan Mendak, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul menghendaki Ari Susanti selaku dukuh mengundurkan diri. Ada beberapa alasan yang menjadi dasar tuntutan tersebut.

Tokoh Karang Taruna setempat, Sutanto mengklaim, sebagian besar warga yang menginginkan dukuh lengser dari jabatannya diantaranya karena sikap dukuh yang dinilai tidak pantas. Si dukuh dianggap arogan. Alasan lainnya, terkait kapabilitasnya sebagai dukuh.

Hal tersebut dibenarkan salah satu ketua Rukun Tetangga (RT). Bahkan, salah satu RT di Padukuhan Mendak, Adis memilih mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap dukuh.

“Surat pengunduran diri saya secara tertulis sudah saya disampaikan kepada Pemerintah Kalurahan sejak bulan November 2021 lalu,” kata Adis.

Bukan hanya Adis, tiga ketua RT lain dan ketua RW memilih mengikuti langkah Adis. Mereka secara resmi mengundurkan diri.

“Dengan alasan karena dia perempuan, semenjak menjabat, tidak pernah menggelar rapat atau melakukan kegiatan sosial yang melibatkan RT, itu nggak masuk akal,” ketus Adis.

Arogansi dukuh dituturkan salah satu warga bernama Yanti. Yanti mengaku pernah ditampar di tempat umum karena persoalan sepele.

“Pada acara hajatan saya memesan minuman ke pramusaji, namun kurang. Saya diomeli bahkan ditampar,” kisah Yanti atas peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu.

Dia memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan meski suami sebetulnya tidak terima dan berniat melaporkan ke pihak berwajib.

Saat hendak dimintai keterangan melalui ponsel, Ari tak merespon. Demikianhalnya dengan lurah Sumbergiri, Suharjono, tak bersedia menanggapi saat dihubungi ponselnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar