YOGYAKARTA, (KH),– Suasana penuh keceriaan dan semangat belajar kembali hadir di SD Muhammadiyah Piyaman, Gunungkidul. Dompet Dhuafa Jogja melanjutkan rangkaian Kelas Sidomukti dengan pelatihan bertema “Praktik Canting Cap dan Teknik Pewarnaan Batik”, yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah, kepala madrasah, serta guru-guru dari 10 sekolah penerima manfaat program, Rabu, (10/9/2025)
Pada kesempatan ini, para peserta membawa hasil canting cap buatan mereka yang telah dikerjakan di rumah. Dengan bimbingan Nurohmad — seniman sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta serta pendiri Omah Kreatif Dongaji, peserta diajak untuk mengaplikasikan canting cap tersebut ke dalam kain, lalu melanjutkan proses mewarnai dengan dua teknik utama: celup napthol dan colet remazol.
Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi banyak peserta, yang tidak hanya belajar secara teknis, tetapi juga memahami bahwa setiap proses pewarnaan batik menuntut kesabaran, ketelitian, sekaligus kreativitas dalam menciptakan keindahan.
Daning Martanti, Guru MI Muhammadiyah Macanmati, menyampaikan kesannya, “Sangat menyenangkan karena semua hal yang saya pelajari pada setiap pertemuan adalah hal baru, termasuk proses cap pembuatan batik cap dan pewarnaan remazol teknik colet.” Ulasan ini menggambarkan semangat pembelajar para guru yang antusias menemukan pengalaman baru di setiap sesi.
Melalui Kelas ketiga Sidomukti #2, Dompet Dhuafa Jogja berharap keterampilan membatik yang telah dipelajari dapat semakin melekat sebagai bagian dari identitas sekolah, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya kreativitas dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.





