Ditanya Soal Pilkada, Sutrisna Wibawa: Jika Dibutuhkan Saya Siap Berkontribusi Untuk Gunungkidul

oleh
Rektor UNY, Sutrisna Wibawa. KH.

GUNUNGKIDUL, (KH),— Kasak kusuk Pilkada Gunungkidul 2020 makin ramai. Terbaru, Prof. Sutrisna Wibawa yang selama ini dikenal sebagai Rektor UNY dan sempat menjabat sebagai Sekretaris Direktur Jenderal di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, menyatakan diri telah dijaring dan dijajaki empat partai politik. Hal ini diungkapkannya di sela-sela kunjungan kerjanya di Gunungkidul, Kamis (26/12) siang.

“Saya memang orang Gunungkidul, artinya saya memiliki semangat untuk kontribusi kepada Gunungkidul. Apabila dibutuhkan, saya siap berkontribusi untuk Gunungkidul,” ungkapnya kepada para awak media yang kerja menanyakan perihal keberadaan namanya dalam kontestasi pilkada.

Ditambahkan Sutrisna, empat partai yang sementara ini sedang menjalin komunikasi antara lain Nasdem, PAN, PKB, dan Gerindra. Beberapa partai lain juga sedang berbicara hal yang sama dengannya.

Komunikasi antara partai dengan dia, disebut dapat berlangsung dengan baik. Sebagaimana diketahui ia berstatus sebagai putra daerah asli warga Karangmojo, Gunungkidul.

Pengalaman aktif di pemerintahan baik pusat maupun daerah, dinilai menjadi nilai tambah tersendiri. Selain itu, selama masa jabatannya di Kemristekdikti dan UNY, Sutrisna banyak bersentuhan dengan masyarakat. Misalnya melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam kapasitasnya sebagai pimpinan universitas, dosen, dan peneliti.

“Oleh karena itu, bagi saya membangun Gunungkidul tidak harus jadi bupati. Karena selama ini dalam kapasitas dan amanah yang saya emban, sebagai pimpinan maupun akademisi guru besar di kampus, saya juga berkomitmen seoptimal mungkin bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Sutrisna.

Penjaringan atas Sutrisna Wibawa diamini oleh Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi. Walaupun demikian, Sutrisna tak sendiri. Ada dua orang setidaknya yang sedang dijajaki oleh partai tersebut selain Sutrisna Wibawa.

Sutrisna sebagai putra asli Gunungkidul, disebutnya masih terus dikerucutkan dan digodok oleh partai sebagai salah satu bakal calon. Sutrisna juga telah bertemu dengan Tim 15 yang diketuai oleh Supriyana, dan telah melakukan komunikasi politik untuk kepentingan Pilkada 2020.

“Tiga tokoh tersebut (Sutrisna Wibawa dan dua tokoh lainnya), sudah bertemu dengan tim 15. Kita masih membidik tiga tokoh tersebut untuk komunikasi dan masih terus mengerucut. Belum ada calon bupati pasti. Harapan kami Januari sudah mengerucut nama,” kata Arif.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem, Ir Tommy Nursamsu juga mengamini bahwa Sutrisna Wibawa masuk dalam radar Partai Nasdem. Selain Sutrisna, ada sembilan lagi calon yang sedang dijajaki oleh Nasdem.

“DPP yang akan menetapkan pasangan cabup-cawabup dalam Pilkada tahun 2020 yang akan datang. Saat ini, yang dilakukan DPW adalah menjaring untuk menargetkan memenangkan kursi bupati di Gunungkidul, Sleman, dan Bantul. Ada 10 cabup-cawabup yang dijaring Nasdem,” ungkap Tommy.

Siap Memajukan SDM dan Iptek Gunungkidul

Terkait dengan apa yang akan dilakukan apabila dipercaya menjadi Bupati Gunungkidul, Sutrisna menyebut prioritas utamanya adalah menularkan praktik baik yang sudah diteliti dan terbukti berhasil di UNY maupun pendidikan tinggi. Misalnya pengembangan usaha kecil menengah atas produk-produk inovatif, pariwisata, agribisnis, hingga budaya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena dengan Sumber Daya Manusia yang baik, maka Gunungkidul sebagai daerah dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Terlebih lagi, secara kekayaan alam maupun laut Gunungkidul sangat unggul untuk dimanfaatkan sebagai sarana pariwisata dan agribisnis.

Selain itu, Sutrisna yang selama ini dikenal sebagai pengguna aktif sosial media juga akan terus menjaring aspirasi masyarakat melalui kanal tersebut. Saat ini saja, pengikutnya di Instagram telah mencapai 53 ribu. Banyak warga Gunungkidul baik yang sedang berkuliah di UNY maupun tidak, kerap berkonsultasi melalui sosial medianya tentang banyak hal.

“Gunungkidul itu kaya dan dapat makin diperkaya dengan riset serta kualitas sumber daya manusia yang baik. Namun sekali lagi, saya belum berani deklarasi terkait pencalonan sebagai bupati Gunungkidul dan masih menjalin komunikasi. Saya tergantung partai politik, apakah dibutuhkan atau tidak.” tukas Sutrisna. (Kandar)

Komentar

Komentar