Dana Terkumpul Cukup Banyak, Komite Belum Bersedia Terbuka

oleh -
Ilustrasi uang. sumber: internet
iklan dispar
Ilustrasi uang. sumber: internet

WONOSARI, (KH)— Tak hanya anggota dewan, beberapa pihak lain juga mengungkapan keprihatinan adanya permintaan dana kontribusi kepada tenaga honorer, GTT dan PTT di sejumlah instansi pemerintahan dan lembaga pendidikan.

Dana kontribusi yang dihimpun oleh wadah atau organisasi bernama Komite Nasional Revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) sediannya akan digunakan untuk menyampaikan aspirasi memperjuangkan agar segera di sahkannya revisi UU ASN.

“Membuat prihatin, tahu honorer bayarnya segitu masih dimintai kontribusi. saya sendiri tidak tahu siapa mereka yang mengatasnamakan komite, tidak ada pemberitahuan atau tembusan ke kami,” kata Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul, Sukito, belum lama ini.

Bukan tanpa alasan ia ikut berkomentar, karena banyak pula honorer, GTT dan PTT yang berada dibawah naungan Balai Dikmen yang ia pimpin. Ulasnya, upaya usulan atau aspirasi perubahan UU ASN tidak menjadi soal, tetapi penggalangan dana yang mencapai jumlah banyak tanpa ada kejelasan penggunaan yang rasional sesuai peruntukan yang disampaikan ke publik patut menjadi pertanyaan.

“Silahkan GTT atau Honorer konfirmasi ke dinas jika ada hal-hal yang meragukan, sekiranya memungkinkan bersama-sama dapat dilakukan penelusuran,” pintanya.

Lanjutnya, sekiranya pemerintah memang sudah memprogramkan pengesahan UU ASN artinya juga tidak mutlak karena adanya usulan komite tersebut. Mekanisme dan alur aspirasi mengenai pengesahan UU ASN dapat dilakukan tanpa adanya penggalangan dana.

Sementara itu dimintai konfirmasi via handphone, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DIY Komite Nasional Revisi UU ASN, Hajar Thamrin enggan memberikan keterangan. Saat ditanya mengenai seluk beluk komite tersebut, serta berapa capaian jumlah dana terkumpul tidak bersedia menjawab.

Ia sebatas berjanji akan memberikan keterangan jika nanti waktunya sudah tepat. “Saya minta sabar, semua pasti akan kami jawab semua,” jawab Thamrin singkat.

Penelusuran KH ke beberapa Honorer memunculkan fakta bahwa capaian jumlah dana terkumpul tidak sedikit. Nara sumber yang menolak namanya disebutkan mengatakan, sebagai contoh dana dari honorer, GTT dan PTT untuk Kecamatan Semanu terkumpul Rp. 8.jutaan.

Ia menyebut jumlah dana yang terkumpul setiap kecamatan selalu berbeda-beda, selain dipengaruhi jumlah honorer, jumlah uang iuran kontribusi dari masing-masing individu juga tidak sama.

“Setiap honorer yang menyumbangkan uang dimintai data rinci layaknya pendataan-pendataan yang dikirim ke dinas, sehingga sebagian guru nampak menaruh harapan besar atas hal ini,” urai salah satu GTT. (Kandar)

Komentar

Komentar