GUNUNGKIDUL, (KH),– DPRD Kabupaten Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi menghadapi perbedaan waktu perayaan Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers yang digelar pekan lalu.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menegaskan bahwa perbedaan penetapan hari raya merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia.
“Perbedaan waktu Idulfitri itu biasa saja, jangan sampai menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan serta tidak mudah terpancing isu yang dapat memecah belah.
Dalam kesempatan tersebut, DPRD juga memberikan perhatian khusus kepada para petani, terutama yang baru saja memasuki masa panen padi.
Endang mengingatkan agar hasil panen tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif.
“Petani yang habis panen padi jangan berlebihan menjual untuk kebutuhan konsumtif. Kalau untuk investasi justru lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, terutama menjelang Lebaran yang identik dengan peningkatan pengeluaran.
Waspadai Dampak Geopolitik Global
DPRD Gunungkidul juga menyoroti situasi geopolitik global, khususnya konflik antara Iran, Israel, dan keterlibatan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM).
“Perang Iran–Israel–Amerika sangat berdampak pada harga BBM yang kapan saja bisa naik. Masyarakat kami imbau tidak panik, tetapi juga jangan tinggal diam,” kata Endang.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pengeluaran berlebihan saat Lebaran.
“Kebiasaan hura-hura, belanja membabi buta, itu sebaiknya dihindari. Silakan masyarakat lebih berhemat,” tambahnya.
DPRD turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan selama periode Lebaran.
“Mari sama-sama mendukung dan menjaga stabilitas keamanan,” ujar Endang.
DPRD turut mengingatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kalau harga naik, ibu-ibu diminta lebih hemat. Antisipasi permintaan dan distribusi, serta waspadai penipuan jelang Lebaran,” tandasnya.
DPRD Siapkan Sejumlah Raperda Strategis
Di sisi lain, DPRD Gunungkidul melalui badan anggaran telah menggelar rapat paripurna terkait Nota LKPJ 2025. Saat ini, DPRD juga tengah menyiapkan sejumlah rancangan peraturan daerah (Raperda) strategis.
Anggota DPRD Fraksi Golkar, ery Agustin menyebut, beberapa Raperda yang sedang disusun antara lain:
-
Raperda tentang PDAM
-
Raperda Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
-
Raperda P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba)
Selain itu, DPRD juga tengah menyusun naskah akademik untuk Raperda inisiatif yang ditargetkan rampung pada April hingga Mei.
“Proses penyusunan APBD 2027 juga mulai dilakukan melalui musyawarah perencanaan (Musren) di masing-masing OPD yang dijadwalkan berlangsung sebelum dan sesudah Lebaran,” terang Ery.







