Dampak Kemarau Di Gunungkidul Meluas, Saptosari Menyusul Minta Dropping

oleh -
Dropping air BPBD di Tanjungsari. foto: istimewa.
iklan dispar
Dropping air BPBD di Tanjungsari. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Akibat musim kemarau belasan kecamatan di Gunungkidul membutuhkan dropping air. Belakangan wilayah yang mengalami kesulitan dalam hal pemenuhan air bersih bertambah.

Kepala Pelaksana  Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki beberapa waktu lalu mengatakan, saat ini 13 kecamatan di Gunungkidul pada sebagian besar masing-masing wilayahnya mengandalkan dropping air untuk memenuhi kebutuhan air.

“Saptosari menyusul mengajukan permintaan dropping air,” katanya.

Berdasar data yang ada, pihaknya merinci, setidaknya ada 55 desa mengalami kekeringan. Di 55 desa tersebut terdapat 350 padukuhan yang terdiri dari 31.807 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 117.116 jiwa.

“BPBD menyediakan 3.360 tangki untuk tahun ini, hingga pertengahan Agustus telah disalurkan 1.344 tangki,” rinci Edi.

Selain dari BPBD dropping juga disalurkan dari masing-masing kecamatan. Saat ini telah tersalur sebanyak 1001 tangki. Dari pihak BUMN dan swasta diantaranya dari PLN ada 150 tangki, IKG 565 tangki, toko Bengawan 67 tangki dan BMT Dana Insani 440 tangki.

Ditambahkan, ketersediaan alokasi dropping air dipastikan dapat digunakan sampai Bulan Oktober nanti. BPBD dalam setiap harinya mengerahkan 6 tangki. Masing-masing tangki dalam satu hari bisa melakukan dropping sebanyak 4 rit.

Terpisah, Koordinator desa dropping air IKG untuk desa Sambirejo, Ngawen, Angga mengatakan, Desa Sambirejo mendapat jatah 56 tangki. Dropping air tersebut sangat dibutuhkan bagi wilayah setempat setiap kali musim kemarau. (Kandar)

Komentar

Komentar