Butuh Pembaruan Garis Marka

oleh -
iklan dispar

TANJUNGSARI, kabarhandayani,– Pada masa liburan hari raya Lebaran tahun ini hampir dapat dipastikan wisatawan yang mengunjungi deretan pantai di Gunungkidul akan meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul, seperti pemberitaan KH sebelumnya, telah menargetkan sejumlah 300 ribu wisatawan akan datang ke kabupaten di ujung timur wilayah Yogyakarta ini.
Tingginya angka kunjungan wisatawan ini sepertinya tidak diimbangi dengan pembangunan fasilitas jalan yang memadai. Terbukti, beberapa kilo meter (km) jalan menuju wilayah pantai selatan yang berada di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari tidak ada garis marka jalannya lagi.
Berdasarkan pantauan KH, jalan yang tidak memiliki garis marka ini berawal dari daerah Kantor Kepala Desa Kemadang ke selatan  sampai Padukuhan Rejosari. Area jalan tanpa marka jalan ini sepanjang sekitar 3 km.
“Hilangnya garis marka ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Kurang jelas tepatnya sudah berapa lama,” jelas Candra, salah satu Warga Desa Kemadang, Sabtu (19/7/2014).
Hal ini sangat membahayakan pengguna jalan, apa lagi saat perjalanan malam. Sempitnya jalan juga membuat jalan ini terlihat padat ketika ada 2 kendaraan besar seperti bus sedang berpapasan.
“Kalau ada bus berpapasan,  pasti dua-duanya harus berhenti dulu, karena jalan yang terlalu sempit. Apalagi jalannya seperti di tingkungan itu, tak mungkin kendaraan bisa lancar,” lanjut Candra sambil menunjuk sebuah tikungan jalan di Padukuhan Tenggang, Desa Kemadang.
Untuk menghindari kemungkinan kecelakaan akibat tidak adanya fasilitas garis marka ini, Pemda Gunungkidul sebaiknya segera mengambil tindakan proaktif. Masih ada waktu beberapa hari sebelum lebaran untuk pengadaan proyek garis marka sehingga angka kecelakaan dapat ditekan serendah mungkin.(Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar