Bocah Gunungkidul Rela Berhenti Sekolah Demi Rawat Ibu yang Buta dan Lumpuh

Fendi sedang menunggui ibunya yang terbaring di tempat tidur. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kisah mengharukan datang dari Dusun Jeruken, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Seorang bocah bernama Fendi harus merelakan kesempatan belajar di bangku sekolah dasar demi merawat ibunya yang sakit di rumah.

Keputusan berat itu diambil Fendi setelah sang ibu mengalami kebutaan secara mendadak sekitar tiga tahun lalu. Kondisi tersebut diperparah dengan kelumpuhan yang hampir total, sehingga membuatnya tidak mampu beraktivitas secara mandiri.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi ibunya, Fendi memilih berhenti sekolah agar dapat menemani dan merawat sang ibu setiap hari di rumah.

Sementara itu, ayah Fendi, Slamet, juga tidak lagi mampu bekerja secara optimal. Kondisi fisiknya yang semakin melemah membuatnya kesulitan untuk menjadi pencari nafkah utama bagi keluarga.

Beban keluarga pun kini sebagian besar ditanggung oleh kakak pertama Fendi. Setelah lulus dari jenjang SMP, ia memutuskan merantau ke kota untuk bekerja dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan kakak kedua Fendi masih bersekolah di tingkat SMP dan tetap berusaha melanjutkan pendidikannya.

Meski berada dalam kondisi sulit, keluarga ini sebenarnya telah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Berbagai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan telah mereka terima.

Namun demikian, kisah Fendi tetap menyentuh hati warga sekitar dan para tokoh masyarakat. Banyak pihak yang merasa prihatin dengan keputusan bocah tersebut yang memilih meninggalkan bangku sekolah demi merawat ibunya.

Berbagai upaya bujukan agar Fendi kembali melanjutkan pendidikan pun telah dilakukan. Namun hingga kini, ia masih belum bersedia kembali bersekolah.

Dukuh Jeruken, Winarsih, mengatakan bahwa setelah kisah Fendi mulai diketahui masyarakat luas, bantuan spontan dari warga mulai berdatangan.

“Saat ini ada bantuan spontanitas dari masyarakat, lembaga pemerintah baik berupa uang maupun sembako,” ujar Winarsih saat ditemui baru-baru ini.

Selain itu, pihak tenaga kesehatan juga telah memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga tersebut. Petugas dari puskesmas setempat datang untuk memeriksa kesehatan kedua orang tua Fendi.

Kisah Fendi semakin mendapat perhatian publik setelah diangkat di media sosial. Banyak warganet yang tersentuh dan berharap ada pendampingan lebih lanjut bagi keluarga tersebut agar Fendi dapat kembali melanjutkan pendidikannya.

Sejumlah tokoh publik juga turut menyuarakan dukungan agar keluarga Fendi mendapatkan bantuan dan pendampingan yang lebih intensif, baik dari pemerintah maupun dari berbagai pihak yang peduli.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait