Belasan Ular Piton Banyak Ditemukan di Pemukiman Warga Saptosari

oleh -
Ilustrasi (sumber: Borobudurnews)

SAPTOSARI, (KH),– Belasan Ular jenis Piton dalam waktu seminggu terakhir ini banyak ditemukan di wilayah Kalurahan Ngloro, Kapanewonan Saptosari, Gunungkidul.

Ular-ular ini ditemukan oleh warga di ladang, maupun di area pemukiman. Beberapa di laporkan memangsa hewan ternak, bahkan telah ada laporan salah satu warga yang menjadi korban digigit ular. Korban pun terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Ular Piton yang ditemukan mempunyai ukuran bervariasi, mulai dari panjang satu meter hingga yang paling panjang berukuran sekitar 4 meter.

Fenomena kemunculan ular pembelit tersebut mulai membuat warga Ngloro semakin resah dan diliputi rasa khawatir.

Sugito (60), salah seorang warga Ngloro mengaku heran ular banyak memasuki kawasan pemukiman warga dan memangsa hewan ternak mereka.

“Saya dan menantu sempat menangkap ular jenis Piton sepanjang 2,5 Meter yang berusaha memangsa seekor ayam,” terang Gito, Minggu (4/4/2021).

Sementara itu, salah seorang warga Padukuhan Ngloro yang menjadi korban digigit ular Piton, Yogo Utomo (78) menceritakan, dirinya digigit ular saat sedang menempuh perjalanan ke ladang mencari rumput. Beruntung ular itu tidak melilitnya, sehingga Yogo dengan sabit yang dia bawa bisa melepaskan gigitan ular Piton di kakinya.

“Ular itu panjangnya sekitar 3,5 meter, menggigit kaki saya sebelah kiri,” ujar Yogo.

Kekhawatiran masyarakat tentang munculnya belasan ular di wilayah Ngloro juga disampaikan Ranto, satu tokoh Pemuda di Kalurahan Ngloro.

Ranto juga menyatakan bahwa kemunculan ular-ular ini mulai membuat masyarakat resah karena sudah ada kasus memangsa hewan ternak dan menggigit salah satu warga.

“Menurut catatan kami, dalam sebulan terakhir ini sudah ada 15 ular yang ditemukan warga dengan ukuran yang bervariasi,” ungkapnya.

Ranto menceritakan penemuan ular ular tersebut tidak hanya berada di pekarangan atau ladang milik warga. Tapi, juga di pemukiman atau dalam rumah warga Ngloro.

“Kemarin sudah ada yang menemukan ular bersembunyi di dalam kamar seorang warga, hal ini membuat warga takut, karena dikhawatirkan ular-ular ini dapat membahayakan keselamatan warga,” lanjut Ranto.

Untuk mengantisipasi kejadian serangan ular terulang, warga mulai lebih berhati-hati. Jika ada ular yang ditemukan, mereka berencana akan beramai-ramai menangkap ular tersebut.

Ular yang sebelumnya berhasil ditangkap kemudian dilepaskan kembali ke hutan. Ada beberapa diantaranya yang dipelihara warga. Namun, ada beberapa ular yang terpaksa harus dibunuh.

Sementara itu, Don Haryo salah satu pecinta binatang reptil asal Yogyakarta, berpendapat, terkait kemunculan ular-ular tersebut disebabkan karena habitatnya terdesak oleh manusia.

“Faktor sulitnya si ular mencari mangsa alaminya juga berpengaruh, sehingga memaksa ular untuk mencari makan sampai ke pemukiman manusia, dan terpaksa memangsa ternak warga,” pungkas Don Haryo. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar