Bawaslu Nyatakan Gunungkidul Rawan Politik Uang

oleh -
iklan dispar
politik-uang22
Ilustrasi, Sumber: Internet

WONOSARI, (KH)– Badan Pengawas Pemilu (Baswaslu RI) telah melakukan pemetaan kerawanan pelanggaran pemilu pada tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut disampaiakan salah satu anggota Bawaslu RI, Endang Wihdatiningtyas saat melakukan kunjungan ke Kantor Panwaslu Gunungkidul, Senin (07/12/2015) siang.

Endang Wihdatiningtyas menjelaskan pihaknya juga telah mengantongi sejumlah catatan kerja bagi Panwaslu Gunungkidul.

Dalam kunjungannya di Kabupaten Gunungkidul Ia menyatakan bahwa Panwaslu perlu untuk mengantisipasi suara dari pemilih yang merupakan perantau.

“Apabila mereka sudah tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mereka tidak kembali dan menggunakan suara mereka dalam Pilkada 2015, jangan sampai suara mereka ini disalahgunakan,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan beberapa peta kerawanan di tiga kabupaten tersebut dimana Gunungkidul rawan dengan politik uang, Sleman rawan dengan konflik antar calon dan Bantul yang rawan keterlibatan PNS yang condong ke salah satu paslon.

Selain itu, dari hasil koordinasi bersama Panwaslu Kabupaten Gunungkidul, dinyatakan pada kali ini konflik di wilayah perbatasan tidak lagi seheboh dulu. Karena sejumlah daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul juga mengadakan Pilkada 2015. Sehingga mobilisasi massa dari luar Gunungkidul dapat diminimalisir. 

Tugas lain bagi Panwaslu yaitu mencermati Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Rumah Sakit (RS). Karena pada pengalaman Pemilu sebelumnya, lanjut Endang, ada banyak pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya di RS, namun karena kurangnya sosialisasi, maka tidak sedikit warga yang gagal menggunakan hak pilih mereka.

“Kalaupun pemilih bisa menggunakan form A5 untuk memberikan suara mereka dalam Pilkada 2015, jangan sampai ada yang mencoblos sampai dua kali,” ujarnya. (Maria Dwi Anjani)

Komentar

Komentar