Banyak Perantau Tak Mudik, Kiriman Makanan Dari Keluarga Di Gunungkidul Naik

oleh -
Kantor pos Wonosari. (KH/ Kandar)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Larangan mudik ditetapkan. Kebijakan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul tersebut menyusul kondisi penularan Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Sebagai ganti karena tidak bisa saling berjumpa saat jelang Lebaran, interaksi antara perantau dan keluarga di kampug halaman diganti dengan saling kirim oleh-oleh dan makanan.

Manajer Pelayanan Kantor Pos Wonosari, Dila mengungkapkan, selain naiknya kiriman dari kota perantauan Jabodetabek ke Gunungkidul, hal yang sebaliknya juga terjadi.

“Kiriman dari Gunungkidul ke Jabodetabek juga ikut naik,” kata dia, Senin, (4/5/2020). Pihaknya menjelaskan, kiriman yang didominasi makanan berasal dari keluarga perantau di Gunungkidul mengirim ke keluarga yang ada di perantauan. Sementara sebagian kecil lainnya merupakan kiriman warga luar DIY yang merantau ke Gunungkidul ke kampong halamannya.

Lebih jauh disampaikan, dimulai pertengahan Maret lalu kenaikan kiriman baik yang keluar Gunungkidul maupaun yang masuk hampir sama yakni sekitar 40 persen. Diprediksi kenaikan akan semakin tinggi saat mendekati lebaran nanti.

Menurutnya, keluarga di Gunungkidul mengirimkan bahan pangan untuk bekal selama puasa. Selain itu, perantau dimungkinkan kangen dengan makanan khas daerah, sehingga keluarga yang tinggal di Gunungkidul mengirimkan makanan tersebut.

Akan tetapi, lanjut Dila, penurunan pendapatan dialami Kantor Pos utamanya yang bersumber pada layanan keuangan. Penurunan terjadi akibat dampak subsidi bahkan program gratis terhadap pengguna listrik bersubsidi. Sebab pelanggan berhenti bayar listrik sementara waktu.

Lebih jauh disampaikan, Pos sebagai badan usaha pionir jasa pengiriman memiliki banyak keunggulan dibanding perusahaan baru yang bergerak pada jasa pengiriman barang. Sehingga meski saat ini banyak badan usaha bergerak pada bidang yang sama Pos tetap memiliki banyak pelanggan.

“Kami ada layanan jemput antar paket, Pos COD serta memiliki layanan Pos Biro Mobile,” jelas Dila,

Untuk paket yang ingin dijemput, pelanggan tinggal menghubungi. Lalu paket kiriman akan diambil oranger. Pos Biro Bobile memudahkan pelanggan membayar berbagai tagihan seperti listrik dan air menggunakan smartphone. Sementara untuk Pos COD memungkinkan pelanggan yang belanja online bisa membayar setelah barang sampai. (Kandar)

Komentar

Komentar