Ada Kakek Minta Disunat

oleh -
Tokarso didampingi Ketua IKG dan Bupati Gunungkidul Foto : B.Rahmanto
iklan dispar
Tokarso didampingi Ketua IKG dan Bupati Gunungkidul Foto : B.Rahmanto
Tokarso didampingi Ketua IKG dan Bupati Gunungkidul Foto : B.Rahmanto

SEMANU,(KH) — Dalam acara sunatan massal yang dilakukan IKG kepada masyarakat di Gunungkidul terdapat satu peserta yang membuat heran baik peserta maupun panitia. Pasalnya dari 250 peserta terdapat satu peserta yang sudah berusia 63 tahun.

Seorang kakek yang bernama Tokarso warga Ngawar-awar, Balong, Girisubo nekat untuk mengikuti acara khitanan massal tersebut. “Saya dulu tidak disunat  hanya dijepit karena dahulu belum ada peralatan yang lengkap untuk khitanan,” katanya.

Tokarso baru menyadari jika sunat selain penting untuk agama juga penting untuk kesehatannya. “Sempat disuruh anak-anak saya demi kesehatan, namun saya terkendala dalam hal biaya,” ujar kakek 2 anak dengan 3 cucu tersebut.

Mbah Tokarso mendapat informasi dari Suhardiyanto selaku Kades Balong. Suhardiyanto mengatakan jika mbah Tokarso sangat ingin disunat. “Dari pihak Desa juga tidak memaksa mbah Tokarso tetapi ia bersikeras untuk minta disunat,” ujarnya.

Setelah koordinasi yang dilakukan oleh panitia akhirnya Tokarso diperbolehkan untuk mengikuti khitanan massal tersebut. Hal ini sempat mengundang perhatian, bahkan Bupati Gunungkidul, Hj Badingah tampak setengah heran melihat Tokarso yang ingin mengikuti khitanan massal.

“Saya heran baru kali ini saya menemui warga yang mau disunat berumur 63 tahun,” ujar Badingah.

Bahkan Benyamin Sudarmadi selaku Ketua Umum IKG juga kaget saat mbah Tokarso mengenakan pakaian Muslim layaknya peserta sunat yang lain. “Saya tadinya tidak percaya sewaktu diberi kabar jika terdapat peserta dengan umur 63 tahun, namun demikian kakek ini mempunyai tujuan yang baik dengan mengutamakan kesehatan untuk disunat,” ucapnya.

Sementara itu Suprapto selaku  Ketua panitia khitanan massal IKG, memperbolehkan Tokarso untuk mengikuti khitanan. “Mbah Tokarso juga membutuhkan bantuan, nantinya akan diperiksa oleh tim medis selanjutnya kalau memang bisa dilakukan mbah Tokarso bisa disunat,” tandas Suprapto. (Atmaja)

Komentar

Komentar