Kunjungan Wisata Gunungkidul Awal 2026 Melonjak, Sumbang PAD Rp5,4 Miliar

retribusi
TPR utama menuju pantai Baron. KH/ Kandar.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kunjungan wisata ke Kabupaten Gunungkidul pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Dampaknya, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, hingga 23 Januari 2026 PAD yang masuk telah mencapai Rp5,4 miliar.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan di awal tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Data mencatat, hingga 23 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Gunungkidul mencapai 435.151 orang, dengan total PAD sebesar Rp5.499.675.250.

Angka tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Saat itu, dari 1 hingga 23 Januari, jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 248.005 orang, dengan PAD sebesar Rp1.925.576.295.

“Ada peningkatan kunjungan wisata di awal tahun ini. Destinasi wisata di wilayah selatan, khususnya pantai, masih mendominasi jumlah pengunjung,” kata Nanang Putranto.

Menurutnya, tingginya kunjungan ke kawasan selatan tidak lepas dari banyaknya pilihan pantai yang dimiliki Gunungkidul. Selain itu, kemunculan dan penataan sejumlah objek wisata baru juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Banyak wisatawan yang penasaran dengan objek wisata On The Rock dan Pantai Sepanjang,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, setelah dilakukan penataan oleh pemerintah, wajah Pantai Sepanjang kini tampil lebih menarik dan nyaman. Hal tersebut terlihat dari ramainya kunjungan wisatawan setiap hari. Hal serupa juga terjadi di objek wisata baru On The Rock yang menjadi magnet baru pariwisata pesisir selatan Gunungkidul.

Lebih lanjut, Nanang menyebutkan bahwa pada tahun 2026 ini pemerintah daerah menargetkan PAD sektor pariwisata sebesar Rp36,4 miliar. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp 33 miliar, namun realisasinya belum sepenuhnya tercapai.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari penguatan pemasaran, evaluasi sistem, hingga penyegaran petugas penarikan retribusi di objek-objek wisata.

“Kami terus berkomitmen meningkatkan PAD pariwisata. Pengawasan dan pendampingan terhadap petugas di pos retribusi terus kami lakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengapresiasi capaian PAD sektor pariwisata yang pada awal tahun ini telah menembus angka Rp5,4 miliar. Meski demikian, ia meminta pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan PAD dengan dibarengi perbaikan sarana dan prasarana pendukung pariwisata.

“Dengan penataan dan konsep baru di Pantai Sepanjang, penyegaran petugas retribusi, serta hadirnya destinasi wisata baru di pesisir selatan, terbukti berdampak positif terhadap PAD pada Januari ini,” ujar Endang.

Ia berharap capaian PAD tersebut dapat stabil setiap bulan. “Jika setiap bulan bisa di angka Rp5 miliar, tinggal dikalikan 12 bulan, tentu hasilnya sangat signifikan bagi daerah,” tambahnya.

Endang juga mendorong agar penataan serupa diterapkan di pantai-pantai lain di Gunungkidul. Dengan begitu, pilihan destinasi semakin beragam dan wisatawan dapat berkunjung lebih lama.

“Termasuk akses jalan menuju objek wisata harus benar-benar diperhatikan,” pungkasnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait