Gunungkidul Catat Penurunan Kemiskinan, Tujuh Kapanewon Jadi Fokus

ilustrasi Foto : google

GUNUNGKIDUL, (KH) – Angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2025 kembali mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Saat ini, persentase penduduk miskin di Gunungkidul berada di angka 14,15 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian, menjelaskan bahwa berdasarkan data terbaru BPS Gunungkidul, terjadi penurunan kemiskinan sebesar 1,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 15,18 persen.

Bacaan Lainnya

“Jumlah penduduk miskin di Gunungkidul sekitar 113.470 jiwa,” kata Mohamad Arif Aldian saat dihubungi baru-baru ini

Berdasarkan survei BPS, garis kemiskinan di Gunungkidul berada pada angka Rp 413.617 per kapita per bulan.

Arif menambahkan, penurunan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 0,34 persen. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa program strategis pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah berjalan efektif.

Pada tahun 2025, pemerintah fokus pada sejumlah program yang menyasar pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ada tujuh kapanewon yang menjadi fokus penanganan, yaitu: Gedangsari, Semin, Saptosari, Playen, Ponjong, Tepus, dan Rongkop.

“Target penurunan kemiskinan tahun 2026 sesuai RPJMD sebenarnya sudah terlampaui, yaitu berada di kisaran 14,21–15,17 persen,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sesuai kebijakan Asta Cita Presiden, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pada tahun 2026. Sektor pertanian yang menjadi penyumbang terbesar struktur PDRB akan diperkuat, bersamaan dengan pengembangan sektor UMKM.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menegaskan bahwa pemerintah daerah konsisten menjalankan program-program strategis untuk menurunkan angka kemiskinan. Menurutnya, capaian penurunan tahun ini menunjukkan bahwa berbagai program tersebut efektif dalam meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.

Ke depan, program pengentasan kemiskinan akan terus dioptimalkan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan partisipasi aktif masyarakat Gunungkidul.

“Turun 1 persen untuk tahun ini. Semoga ke depan hasilnya semakin optimal,” jelas Wakil Bupati Gunungkidul.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait