Makna dan Harapan Hari Jadi Gunungkidul ke-195

Rebutan isi gunungan mewarnai peringatan hari jadi Kabupaten Gunungkidul. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH) – Pada tanggal 4 Oktober 2025, Kabupaten Gunungkidul memperingati Hari Jadi yang ke-195. Menjelang usia hampir dua abad, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan banyak harapan besar untuk kemajuan Bumi Handayani dan kesejahteraan warganya.

“Harapan kami adalah agar warga hidup tata titi tentrem, gemah ripah loh jinawi, serta kerta raharja. Para pemimpin diharapkan mampu ngayomi, ngayemi, dan ngayani masyarakat,” ujar Bupati Endah dalam upacara peringatan yang berlangsung di Alun-Alun Wonosari yang dihadiri seluruh jajaran OPD.

Bacaan Lainnya

Endah menambahkan, di tengah kondisi ekonomi daerah dan nasional yang masih belum stabil, kerjasama dari semua pihak sangat dibutuhkan. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bersinergi membangun Gunungkidul agar lebih maju dan sejahtera.

“Mohon doa dan dukungannya agar kami bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik, perlindungan, serta rasa aman bagi seluruh warga Gunungkidul,” lanjutnya.

Peringatan Hari Jadi dengan Sentuhan Baru: Bibit Tanaman Penghijauan

Peringatan Hari Jadi ke-195 ini menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya deretan karangan bunga menghiasi area perayaan, kali ini yang berjajar adalah bibit tanaman.

Bupati Endah menjelaskan, hal ini sesuai dengan Surat Edaran yang ia keluarkan sebagai bagian dari program penghijauan Gunungkidul. Bibit tanaman tersebut nanti akan ditanam di berbagai titik strategis di Kota Wonosari, mendukung program penghijauan sekaligus ketahanan pangan.

“Kami minta agar ucapan selamat disampaikan dalam bentuk bibit tanaman, agar momen perayaan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menegaskan, “Kami ingin setiap perayaan tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi menghasilkan sesuatu yang tumbuh dan memberi semangat hidup.”

Di halaman Pemkab Gunungkidul, deretan bibit tanaman buah dan tanaman rindang berjajar rapi. Bupati Endah menyebut langkah ini sebagai tradisi baru yang mencerminkan filosofi kepemimpinan yang berkelanjutan.

“Harapan saya, Gunungkidul bukan hanya tampak hijau secara visual, tapi juga memberikan manfaat nyata. Pohon-pohon ini diharapkan bisa berbuah, menjadi peneduh, memperindah kota, dan menyehatkan lingkungan,” pungkasnya.

Puncak perayaan Hari Jadi Gunungkidul ke-195 berlangsung meriah di Alun-Alun Wonosari. Acara diawali dengan upacara resmi, diikuti penampilan seni dari warga lokal serta arak-arakan 20 gunungan dari 18 kapanewon.

Warga yang hadir dengan antusias berebut gunungan sebagai simbol ngalap berkah, menandai semangat kebersamaan dan rasa syukur atas bertambahnya usia Gunungkidul.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait