GUNUNGKIDUL, (KH),– Operasi pencarian wisatawan hilang di Pantai Siung, Gunungkidul, akhirnya resmi dihentikan. Sejak pelaporan hilang upaya pencarian dilakukan selama sembilan hari tanpa hasil. Namun, harapan muncul kembali ketika satu jenazah ditemukan di perairan pantai Gunungkidul.
Sebelumnya, pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 10.30 WIB, Tim SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I menerima laporan tentang seorang wisatawan bernama Azka Nurfadillah (28). Ia merupakan warga Pondok Ranggon, Jakarta Timur, yang dilaporkan hilang di kawasan Pantai Siung, Tepus, Gunungkidul.
Sejak saat itu, operasi pencarian intensif melibatkan berbagai unsur, mulai dari BASARNAS, TNI AL, Polair, Polsek, Koramil, hingga relawan dan warga setempat. Namun hingga Minggu, 3 Agustus 2025, pencarian belum membuahkan hasil dan secara resmi dinyatakan ditutup pada pukul 16.30 WIB.
Meski begitu, aktivitas patroli laut tetap dilakukan. Pada Senin pagi (4/8), pukul 05.30 WIB, tim perahu Pantai Siung menjalankan patroli rutin sambil memeriksa kondisi perahu. Patroli mencakup penyisiran laut dari arah barat hingga Pantai Pok Tunggal dan ke arah timur hingga Pulau Kalong. Hasilnya nihil—tidak ada temuan benda mencurigakan yang mengarah pada korban hilang.
Namun situasi berubah pada pukul 13.30 WIB. Petugas menerima laporan mengenai penemuan satu jenazah yang lantas menepi di kawasan Pantai Krarak.
Mengingat tidak adanya laporan kecelakaan laut lainnya di wilayah DIY, Tim SAR segera melakukan koordinasi.
Jenazah tanpa kepala dan mengalami kerusakan langsung dibawa ke RSUD Wonosari untuk proses identifikasi dan otopsi. Selain itu, komunikasi dengan pihak keluarga Azka yang hingga saat ini masih menunggu pun dilakukan.
“Kami belum dapat memastikan apakah jenazah yang ditemukan adalah saudari Azka. Kami menunggu hasil otopsi resmi dari pihak rumah sakit,” ujar Sunu Handoko Bayu Sagara, Koordinator Wilayah Operasi I Satlinmas Rescue Istimewa.
Pihak berwenang menyatakan bahwa informasi selanjutnya akan diumumkan setelah proses identifikasi selesai. Keluarga korban, relawan, dan masyarakat diminta bersabar dan tidak berspekulasi hingga ada kepastian resmi.





