GUNUNGKIDUL, (KH),– Universitas Gunungkidul (UGK) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) DIY, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar kegiatan bertajuk Kampus Bersinar (Bersih Narkoba), Kamis (24/7), di kampus UGK.
Kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Program diawali dengan sesi penyampaian materi bertema “Aspek Penegakan Hukum” oleh Polres Gunungkidul. Materi ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya kesadaran hukum dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan kampus.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan sambutan dari sejumlah tokoh, termasuk Rektor UGK Dr. Sugiyanto, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. Andi Fairan, S.I.K., M.S.M., dan Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas.
Dalam sambutannya, Rektor UGK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kampus dalam memerangi narkoba. “Program ini tidak hanya simbolik, tetapi menjadi langkah nyata UGK dalam menyuarakan semangat anti-narkoba dan memperkuat ketahanan mahasiswa melalui edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” ujar Dr. Sugiyanto.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Bersama Kampus Bersinar, sebagai simbol komitmen kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Sepuluh tokoh dan perwakilan lembaga menandatangani Pakta Integritas, sebagai bentuk kesepakatan untuk menjaga kampus dari penyalahgunaan narkoba.
GKR Hemas dalam kesempatan tersebut juga meluncurkan Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa Tahun 2025, sebuah program inisiatif dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY melalui Balai Pemuda dan Olahraga, yang didanai oleh Dana Keistimewaan DIY.
Beasiswa ini ditujukan untuk mendorong akses pendidikan tinggi bagi pelajar DIY yang berprestasi namun terkendala kondisi ekonomi.
“Melalui beasiswa ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda di DIY, khususnya dari daerah seperti Gunungkidul, tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus terkendala biaya,” ungkap GKR Hemas.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta, terdiri dari mahasiswa UGK, perwakilan Karang Taruna, mahasiswa dari sejumlah kampus di Yogyakarta, hingga komunitas-komunitas lokal seperti Gunungkidul Menginspirasi.
Para peserta mendapatkan edukasi mendalam dari tim BNNP DIY mengenai bahaya adiksi, strategi nasional P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), serta akses layanan konseling dan rehabilitasi. Penyampaian dilakukan secara interaktif dan terbuka, dengan tujuan membangun kesadaran serta kesiapsiagaan mahasiswa terhadap bahaya narkoba.
Program ditutup dengan sesi sosialisasi dari BK3S DIY mengenai program-program sosial yang mereka jalankan, termasuk dalam mendukung pemulihan dan pemberdayaan masyarakat terdampak narkoba. Para peserta juga mendapatkan sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi pemicu kolaborasi jangka panjang antara kampus, pemerintah, dan masyarakat.
“Harapan kami, kolaborasi ini bisa terus berjalan, agar lingkungan pendidikan tetap menjadi ruang yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda,” pungkas Dr. Sugiyanto.





