GUNUNGKIDUL, (KH),– Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025 bakal digelar di Parangkusumo, Bantul 26-27 Juli mendatang. Rangkaiannya, berupa eksebisi telah berlangsung belakangan ini di berbagai daerah.
Pelaksanaan eksebisi diantaranya berlangsung di Gunungkidul, Minggu (19/7/2025). Bertempat di Lapangan Grogol, Kapanewon Paliyan, setidaknya tim dari 8 negara pamer layang-layang unggulan masing-masing.
Perwakilan panitia JIKF 2025, Gusti Aning menyebutkan, trip eksebisi yang berlangsung di Grogol dilengkapi dengan pameran produk UKM baik kuliner dan kerajinan serta pentas seni tradisional.
“Perwakilan dari berbagai negara sangat terkesan dengan potensi yang ditunjukkan. Event layang-layang ini direncanakan digelar rutin untuk lingkup lokal dengan peserta anak-anak,” terang Gusti Aning.
Ismail membenarkan pernyataan Gusti Aning. Dia mengaku terpesona dengan kesenian lokal berupa pertunjukkan seni Gejog Lesung. Menurutnya kebiasaan masyarakat agraris menumbuk padi bisa melahirkan kesenian musik yang sederhana namun dipelihara.
“Saya sudah sering terlibat dalam event layang-layang, pernah di Jakarta, Palembang dan lain-lain. Di Jogja ini tanggapan masyarakatnya istimewa,” tutur warga Malaysia ini.
Dalam eksebisi, ia menerbangkan layang-layang Horokaku khas Jepang. Dia berkelakar, lawatannya ke berbagai tempat tak lupa selalu mengajak istrinya.
“Layang-layang saya bergambar wajah istri,” ujarnya sembari tersenyum.
Sementara itu, salah satu tim asal Slowakia, L’uba menyampaikan kesan bahwa di Indonesia dan Jogja khususnya memiliki musim serta cuaca yang senantiasa cerah dan panas. Sangat berbeda dengan negaranya tempat ia tinggal.
“Tempat kami ada 4 musim, saat bermain layang-layang situasinya dingin jadi kami harus memakai baju atau jaket tebal,” ujarnya dalam Bahasa Inggris.
Di sini, dia menambahkan, cukup dengan memakai baju atau kaos, orang-orang sudah bisa bermain di luar ruangan. “Cukup menyenangkan,” imbuhnya.





