
WONOSARI, (KH) — Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul menerjunkan tim validasi dan singkronisasi data kepesertaan Jaminan Kesehatan (Jamkesmas).
Kepala Dinsosnakertrans Gunungkidul Dwi Warno mengatakan, petugas yang telah lolos seleksi dan telah diberikan pembekalan akan melakukan validasi data di 18 kecamatan di Gunungkidul mulai minggu ini.
“Sebanyak 151 petugas validasi dan 15 koordinator sudah kita bagi wilayahnya. Validasi kita jadwalkan selesai dalam 2 bulan,” katanya, Selasa (10/2/2015).
Sementara Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertans Gunungkidul CH. Dra Suyatmiyatun memaparkan, ada 444.382 orang perserta jamkesmas di wilayahnya. Saat bertugas di lapangan, satu petugas diharapkan dapat memvalidasi 25 peserta Jamkesmas dalam 1 hari, sehingga diharapkan validasi dapat selesai tepat 2 bulan.
“Meski ditargetkan selesai 2 bulan, kita akan berusaha menyajikan data sevalid mungkin, karena seluruh petugas validasi sudah kita berikan bimbingan teknis selama dua hari,” katanya.
Suyatmiyatun menjelaskan, dalam form validasi peserta Jamkesmas ada 5 indikator yang harus disi. Di antaranya pengenalan tempat, keterangan petugas, keterangan sosial ekonomi rumah tangga, keterangan pokok rumah tangga dan catatan rekomendasi.
Petugas yang datang ke rumah peserta Jamkesmas akan menanyakan secara detail; mulai dari status kependudukan, keadaan anggota keluarga, jenis cacat atau penyakit yang diderita, partisipasi sekolah dan masih banyak lagi.
“Validasi ini diharapkan akan mampu melihat kondisi riil peserta Jamkesmas, sehingga tidak ada lagi terdapat salah sasaran, meninggal dunia, atau pindah tempat,” ungkapnya.
Dikatakan, bagi masyarakat yang belum terdaftar Jamkesmas, akan diusulkan melalui musyawarah desa (musdes). Selanjutnya laporan hasil validasi akan disampaikan ke Kementerian Sosial di Jakarta.
“Pusat yang akan menentukan kebijakan terkait peserta Jamkesmas serta seluruh usulan yang diajukan,”paparnya.(Juju/Tty).





