Wisata Air Terjun Banyunibo Dilengkapi Sirkuit Motor-Trail

oleh -
iklan dispar

PATUK, kabarhandayani.–Pecinta motor-cross melakukan uji coba sirkuit baru yang dibuat di kawasan Air Terjun Banyunibo Padukuhan Batur Desa Putat Kecamatan Patuk, pada Minggu (31/8/2014). Dalam acara yang bertajuk Trail Adventure 2014, sejumlah 125 crosser berunjuk gigi menjajaki medan yang sudah disiapkan satu bulan sebelumnya oleh pengelola wisata air terjun Banyunibo.
Para crosser dimanjakan dengan sirkuit sepanjang 3 kilo meter yang dibuat di area persawahan seluas kurang lebih 3 hektar. Tak jarang beberapa crosser kewalahan melewati titik-titik medan yang dibuat licin oleh panitia.
“Treknya lumayan menguras keringat, seperti pada tanjakan yang tingginya hampir 15 meter didominasi batuan lepas dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Sirkuit ini cocok untuk latihan,” ungkap Fifin (28), crosser asal Wonosari yang dengan lancar melewati sirkuit tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia, Sumadi menjelaskan, acara yang perdana yang digelar di kawasan air terjun Banyunibo merupakan upaya untuk mengenalkan destinasi wisata di Padukuhan Batur. Menurutnya, antusiasme crosser untuk uji coba sirkuit ini cukup tinggi. Pasalnya, dari pendaftar awal yang berjumlah 80 orang, hari ini mencapai 125 crosser yang ikut dalam uji coba tersebut. Pesertanya terdiri dari berbagai wilayah baik dalam dan luar Gunungkidul seperti Jogja, Kebumen bahkan Papua.
“Lokasi awal memang melewati sungai namun terlalu ekstrim sehingga dialihkan ke tanah lungguh atau tanah kas desa,” jelasnya.
Selain sebagai sarana promosi, kata Sumadi, acara ini juga menjadi daya tarik kawasan Banyunibo. Meskipun air terjun mengalami pengurangan debit air tetapi ada hal lain yang menarik, seperi aksi para crosser yang berlaga di sirkuit sehingga mengundang antusiasme ratusan warga masyarakat.
Sumadi berharap, acara seperti ini dapat berlanjut sehingga meningkatkan kekompakan para pengelola dan dapat menjadi hiburan bagi warga masyarakat.
Sukardi, Kepala Desa Putat yang turut hadir dalam acara tersebut mengaku mendukung keberadaan sirkuit itu. Menurutnya, upaya pengenalan wilayah Desa Putat yang memiliki potesi layaknya Padukuhan Batur harus terus dikembangkan termasuk mendukung dengan pemanfaatan tanah kas desa yang sewaktu musim kemarau hanya menjadi lahan kosong.
Ia juga menyatakan, Pemerintah Desa telah memberikan ijin prinsip penggunaan tanah kas desa untuk sirkuit motor trail tersebut. “Kami selalu mendukung masyarakat untuk menggunakan tanah kas desa termasuk sarana pariwisata,” tandasnya. (Mutiya/Jjw).

Komentar

Komentar