Terjadi Kerumunan Pengunjung di HeHa Ocean View, DPR Anggap Gugas Covid Tidak Adil

oleh -
Parkir Heha Ocean View penuh. (istimewa)

PANGGANG, (KH),– Sorotan publik terhadap pembukaan destinasi wisata baru di Gunungkidul, HeHa Ocean View terus berlanjut. Sebelumnya, beberapa waktu lalu ratusan warga Girikarto menuntut pihak manajemen HeHa Ocean View tidak menarik tiket bagi warga setempat yang akan berwisata. Polemik disusul beberapa pihak dan LSM yang menanyakan prosedural Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Adapun yang paling hangat menjadi buah bibir hingga berujung protes masyarakat yakni ramainya jumlah wisatawan yang datang ke destinasi tersebut.

Dalam video yang beredar, tempat parkir dipenuhi kendaraan roda dua dan empat. Nampak pula di dalam kawasan wisata juga ramai oleh pengunjung.

Kondisi tersebut diduga melanggar aturan tentang Protokol Kesehatan (Prokes) yang menjadi ketentuan pada instruksi Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Gunungkidul.

Menyusul Polemik tersebut, tanggapan bernada protes dari banyak pihak bermunculan. Reaksi yang muncul salah satunya juga datang dari anggota DPRD Gunungkidul, Timbul Suryanto. Timbul mengkritisi kinerja Satuan Gugus Tugas (Gugas) Covid-19 dalam penegakan aturan protokol kesehatan.

“Gugus Covid-19 terlihat tebang pilih dalam menegakan aturan, yakni tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ujarnya saat dihubungi KH, Senin (8/2/2021).

Anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berpendapat, seharusnya Pemerintah dalam hal ini Bupati Gunungkidul memberikan solusi kepada para pedagang kecil, pekerja seni maupun pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), yang sangat terpukul perputaran ekonominya akibat penerapan PSTKM .

“Yang saya maksud kebijakannya tebang pilih, salah satunya adalah terjadinya kerumunan wisatawan yang berkunjung ke He Ha Ocean View di pesisir pantai Kalurahan Girikarto, Kepanewon Panggang. Ini memancing protes banyak pihak. Dari laporan yang masuk, di sana pengunjungnya membludak dan abai terhadap Prokes,” lanjutnya.

Menurut Timbul, keadaan ini tentu melukai hati warga masyarakat yang ingin mengadakan acara hajatan dan khususnya para Pejuang Tarub. Mereka kehilangan pekerjaan akibat tidak diperbolehkannya acara hajatan, belum lagi para pemilik rumah makan yang harus mengurangi kapasitas pengunjung.

“Kami akan memperjuangkan aspirasi warga masyarakat yang seringkali dirugikan atas kebijakan pihak berwenang. Kinerja Gugus Tugas Covid-19 menjadi tidak adil apabila penegakan Prokes hanya dilakukan kepada rakyat kecil khususnya pelaku UKM,” lanjutnya.

Menurut Timbul, penegakan aturan PSTKM di Gunungkidul harus dilakukan dengan tegas.

“Aturan itu jangan hanya tegas kepada rakyat kecil dan UMKM. Pemodal besarpun kalau melanggar aturan ya harus ditindak,” katanya.

Kegusaran Timbul Suryanto terhadap aturan yang kurang berpihak kepada warga masyarakat itu berdasar sorotan publik terhadap pengunjung Destinasi wisata HeHa Ocean View, khususnya diakhir pekan kemarin (07/02/2021).

Mereka terlihat tidak menerapkan jaga jarak dan berkerumun. Pihak manajemen HeHa juga ditengarai tidak bertindak tegas terhadap abainya para pengunjung terhadap aturan Prokes Covid19.

Kenyataan itu dinilai sebagai sebuah ketidakadilan pemerintah dalam penegakkan ketentuan PSTKM yang menjadi usaha bersama agar pandemi Covid-19 segera berakhir. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar