Sebanyak 23 Warga Gunungkidul Diduga Terinfeksi Antraks

oleh -
Antraks
Tindakan Surveilans berupa vaksinasi ternak dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul. (Istimewa)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Setidaknya ada 23 warga Gunungkidul diduga terinfeksi Antraks. Mereka sebelumnya menyantap daging dari sapi yang sakit.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawati menyampaikan, gejala yang timbul dan dirasakan 23 warga dari Dusun Jetis, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul tersebut memiliki kecenderungan disebabkan karena Antraks.

Adapun gejala yang dirasakan antara lain mengalami demam, gatal dan melepuh berbentuk cincin warna kehitaman di jari tangan.

“Satu dari 23 warga tersebut dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gejala berat,” kata Dewi Irawati, Senin, (31/1/2022).

Pihaknya telah mengambil sampel darah dan luka dari 23 warga tersebut kemudian dikirim ke Balai Besar Verteriner Bogor.

“Meski hasil uji sampel belum keluar, tapi gelajanya merujuk ke infeksi Antraks. Terlebih sapi yang diantaranya dimakan bersama-sama terkonfirmasi Antraks,” lanjut Dewi.

Melalui Puskesmas Gedangsari pihaknya melakukan pengawasan terhadap warga yang mengalami gejala. Mereka telah menerima tindakan pengobatan atau rawat jalan.

“Pengawasan akan dilakukan selama masa inkubasi bakteri yakni selama 2 kali 60 hari,” terang Dewi.

Diketahui, selain terjadi di Gedangsari, sapi mati dan terkonfirmasi antraks juga terjadi di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sejauh ini juga telah melakukan surveilans termasuk melakukan vaksinasi teehadap hewan ternak. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar