Saptosari Mulai Bangun Kolam Renang Terbesar di Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

SAPTOSARI, (KH),–Sekitar 4 bulan lagi Saptosari akan miliki kolam renang lengkap dengan taman bermain wahana air. Bersamaan dengan itu dibangun juga penunjang sektor kepariwisataan berupa rest area, taman kuliner, dan showroom kerajinan dengan menempati lahan seluas 1,2 ha.
Suhut Hudi, selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kecamatan Saptosari menyampaikan, pembangunan taman bermain dan rest area berlokasi di Padukuhan Sumuran, Desa Kepek, Kecamatan Saptosari menggunakan sumber dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pola khusus Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI)
“Besaran dana untuk pembangunan taman bermain dan rest area senilai Rp 2.681.849.000 Rupiah, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari. Kita libatkan 57 warga pria, dan 31 perempuan,” ungkapnya, Kamis, 3/10/2014.
Lebih spesifik Ia menjelaskan, wujud taman bermain merupakan kolam renang lengkap dengan permainan wahana air, atau lebih dikenal dengan sebutan water boom. Kebutuhan air kolam akan mengandalkan penampungan PDAM yang berada tidak jauh dari lokasi Pembangunan untuk menyuplai dua jenis kolam, untuk dewasa dan anak-anak.
“Saya kira ini akan menjadi kolam terbaik di Gunungkidul, sangat mungkin menjadi pusat perekonomian baru di Saptosari, dengan perputaran uang mencapai jutaan tiap harinya,” ucap Suhut yakin.
Terpisah, Kristian Setya N ST selaku fasilitator pembangunan memberikan keterangan, kolam renang dilengkapi beberapa jenis permainan yang dirancang sebagai pelengkap kolam di antaranya, peluncuran, aqua play, dan aquabrella.
“Dengan ukuran 25x20x0,7 M³ untuk anak-anak, sedangkan untuk dewasa 15x20x1,2 M³, sepertinya merupakan kolam terbesar di Gunungkidul,” ungkap Kristian.
Suhut berharap, dengan dibangunnya taman bermain ini mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar, sehingga apa yang menjadi tujuan pemerintah dengan mengalokasikan dananya untuk kecamatan saptosari dapat tercapai, yaitu mengurangi angka kemiskinan di wilayah itu.

(Kandar/Tty)

Komentar

Komentar