GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebanyak 31 armada bus yang membawa rombongan “Mudik Bebarengan 2026” tiba di Terminal Tipe C Semin, Minggu (15/03/2026). Kedatangan ribuan perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) ini disambut langsung dengan suasana penuh haru dan bahagia oleh jajaran pejabat daerah.
Hadir dalam prosesi penyambutan tersebut Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, didampingi oleh Anggota DPRD Gunungkidul, Asisten II Setda, serta Kepala Dinas Perhubungan.
Gotong Royong Perantau: 31 Bus Swadaya
Ketua IKG sekaligus Ketua Panitia Mudik Bebarengan 2026, Suyanto, melaporkan bahwa tahun ini tercatat kurang lebih 1.570 peserta mudik dari wilayah Jabodetabek pulang ke kampung halaman.
Luar biasanya, seluruh pendanaan kegiatan ini dihimpun secara swadaya dari donatur dan anggota IKG sendiri. Ini menjadi bukti nyata semangat kepedulian antarwarga perantau asal bumi Handayani.
“IKG ke depan harus lebih fokus di bidang sosial tanpa mengesampingkan bidang lainnya. Bagi kami, kegiatan sosial adalah prioritas nomor satu,” tegas Suyanto dalam laporannya. Ia juga mengapresiasi dukungan teknis dari Dinas Perhubungan yang mengawal kelancaran acara.
Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pengurus pusat IKG dan para donatur yang telah memfasilitasi kepulangan warga dengan semangat gotong royong.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Yanto (Suyanto) sebagai perwakilan Ketua Umum IKG karena telah menerima para perantau keluarga besar IKG di Terminal Semin ini,” ujar Bupati.
Beliau berharap momen berkumpul ini membawa keberkahan bagi ekonomi dan kesejahteraan daerah. “Semoga ke depan suasana semakin akrab dan rukun. Gunungkidul menjadi ramai karena masyarakatnya sejahtera dan bisa pulang menengok keluarga,” tambahnya.
Efisiensi dan Keselamatan Lalu Lintas
Dari sisi teknis, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul, Irawan Jatmiko, menilai program mudik bersama ini sangat membantu pemerintah dalam mengelola arus lalu lintas.
“Kegiatan ini jauh lebih efisien, lebih murah, dan pastinya lebih aman bagi warga. Ini sangat membantu meningkatkan standar keselamatan di jalan,” ungkap Irawan.
Melihat antusiasme yang tinggi, Irawan menargetkan kolaborasi ini terus ditingkatkan. Ia berharap jumlah peserta mudik bareng bisa menembus angka 2.500 orang pada tahun mendatang.
Menutup rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menitipkan pesan penting bagi para pemudik terkait ketertiban dan toleransi beragama. Mengingat pada bulan Maret ini terdapat dua hari besar keagamaan yang berdekatan:
-
19 Maret 2026: Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
-
20/21 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim.
Bupati mengimbau seluruh warga dan pemudik untuk menjaga kerukunan serta menghormati sesama dalam merayakan hari besar tersebut. “Tetap jaga kesehatan, tertib berlalu lintas, dan jaga toleransi antarumat beragama di kampung halaman,” pungkasnya.





