“Kami memilih Ngasinan karena tujuan utama kami adalah melestarikan sumber daya air. Kami berharap telaga Ngasinan tetap ada airnya, bahkan saat musim kemarau,” kata Harjono, Sabtu (28/10/2023).
Ia menambahkan, dipilihnya waktu pelaksanaan kegiatan itu juga sebagai dari aksi peringatan Sumpah Pemuda. Sambil memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan kepada masyarakat.
“Tujuan lain dari aksi ini juga sebagai edukasi terhadap masyarakat bahwa keberadaan hutan wajib dijaga kelestariannya,” imbuh dia.
Lebih lanjut dikatakan, mereka meyakini bahwa keberadaan pohon berpartisipasi dalam siklus air melalui proses transpirasi. Di mana pohon melepaskan uap air ke atmosfer melalui daun, hal ini membantu mengatur pola hujan lokal dan iklim mikro.
“Kita juga sadar saat ini hutan merupakan rumah bagi beragam spesies tanaman dan hewan. Konservasi hutan berkontribusi pada pelestarian ekosistem air yang sehat,” ucapnya. (Kandar)