Pelatihan Menjahit untuk Warga Minim Keterampilan

oleh -
iklan dispar

PATUK, kabarhandayani.– Warga masyarakat yang minim keterampilan umummnya menjadikan mereka bekerja hanya sebagai buruh kasar dan tidak berkembang. Melihat kondisi tersebut, Desa Pengkok melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) 2014 memberikan keterampilan menjahit untuk warganya.

Slamet, Kepala Desa Pengkok menjelaskan, sejumlah 12 warga mengikuti pelatihan yang diadakan di komplek Kantor Desa Pengkok. “Dengan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan warga yang belum mempunyai keterampilan khusus. Pesertanya juga dipilih yang sudah berusia di atas usia pemuda,” jelasnya pada Selasa (8/7/2014).

Menurut Slamet, pemilihan peserta dengan usia di atas pemuda didasarkan pada kondisi bahwa warga tersebut minim keterampilan dan perlu digenjot kemampuannya agar mereka bisa mandiri sehingga kesejahteraannya meningkat. Pelatihan ini dimulai dari tanggal 18 Juni 2014 dan dilaksanakan selama 15 hari dengan periode waktu tiga kali setiap minggu, yakni Selasa, Kamis dan Minggu.

Pelatihan bekerja sama dengan lembaga pelatihan kursus yang ada di Gunungkidul, para peserta memperoleh fasilitas berupa alat praktek komplit berupa mesin jahit dan mesin obras. Para peserta mendapat pelatihan awal berupa teori sebanyak dua kali, kemudian dilanjutkan dengan praktek.

Prakteknya dimulai dari awal seperti mengukur, membuat pola, memotong hingga menjahit dan mengobras. Para peserta diharuskan mampu membuat 3 pakaian yaitu rok, blus dan baju anak-anak.

Berdasarkan pantauan KH, para peserta nampak antusias mengikuti pelatihan. Sri Mulyani (30), peserta pelatihan dari Padukuhan Ngembes, Desa Pengkok mengungkapkan pendapatnya. “Sangat bermanfaat sekali, sebelumnya saya tidak bisa menjahit. Sekarang belajar sedikit-sedikit. Selain menambah pengalaman, semoga nanti dapat mempraktekan di rumah juga,” ujarnya. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar